lolstatistics – Kementerian Perhubungan menaruh perhatian pada potensi kepadatan lalu lintas di Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Upaya mitigasi dilakukan lebih awal untuk menjaga kelancaran perjalanan masyarakat.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mulai menyiapkan strategi pengaturan lalu lintas, terutama pada titik rawan macet di Tol Bocimi. Ruas ini menjadi jalur favorit menuju kawasan wisata Puncak dan Sukabumi. Data pergerakan kendaraan pada Nataru tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan mobilitas hingga lebih dari 30 persen dibanding hari biasa. Penambahan volume kendaraan sering memicu antrean panjang di gerbang tol dan jalur menuju arteri lokal.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan pentingnya manajemen lalu lintas terpadu. Ia menyebut exit tol Bocimi sebagai titik paling krusial yang wajib diantisipasi.
Ia juga menyebut Simpang Parungkuda sebagai area yang berpotensi padat, sehingga perlu penataan dan rekayasa lalu lintas. Kemenhub telah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol, polisi, dan pemerintah daerah. Mereka memetakan titik macet dan merancang solusi seperti contra flow atau pembatasan kendaraan tertentu jika diperlukan.
Kemenhub akan menguji rencana mitigasi pada awal Desember. Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan kesiapan menjelang puncak perjalanan Nataru. Pemerintah juga mengimbau pengguna jalan untuk memantau kondisi lalu lintas melalui aplikasi resmi dan memilih waktu perjalanan yang tepat. Dengan koordinasi lintas pihak, Kemenhub berharap arus kendaraan di Tol Bocimi tetap terkendali dan perjalanan liburan masyarakat lebih aman serta efisien.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“
Kemenhub Wajibkan Rampcheck Armada Wisata Demi Keamanan Penumpang Saat Nataru
Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pemeriksaan kelayakan kendaraan pariwisata menjadi langkah penting menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada yang mengangkut wisatawan berada dalam kondisi aman dan laik jalan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat meminta seluruh operator transportasi pariwisata mengikuti rampcheck sesuai standar keselamatan. Rampcheck mencakup pengecekan sistem rem, ban, lampu, sabuk keselamatan, hingga kelengkapan izin operasional. Data nasional pada beberapa periode liburan sebelumnya menunjukkan sebagian kecelakaan terjadi akibat kendaraan tidak layak jalan atau kurang perawatan. Oleh karena itu, pemerintah mendorong penyedia jasa perjalanan lebih disiplin dalam memastikan armada yang digunakan memenuhi aspek keselamatan sebelum mengangkut penumpang.
“Mohon rampcheck kendaraan pariwisata untuk menjaminkan keselamatan para wisatawan. Jangan sampai ada angkutan pariwisata tidak laik jalan malah dipaksa tetap jalan,” ujar Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Kemenhub menargetkan pemeriksaan rampcheck dilakukan lebih cepat agar evaluasi dapat dilakukan sebelum puncak liburan. Pemerintah mengimbau wisatawan memilih operator yang mematuhi standar keselamatan dan memastikan kendaraan yang digunakan sudah mendapat stiker rampcheck. Dengan persiapan ini, pemerintah berharap perjalanan wisata pada masa Nataru 2025/2026 berlangsung aman, nyaman, dan bebas dari gangguan teknis.
Baca Juga: “OpenAI Luncurkan Fitur diSora Video AI dengan Hewan Peliharaan“




Leave a Reply