lolstatistics.com -Kementerian Komunikasi dan Digital mengerahkan satuan tugas khusus untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama periode Ramadhan dan Lebaran 2026. Langkah ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses komunikasi yang stabil saat mobilitas meningkat.
Satuan tugas tersebut diberangkatkan menuju berbagai posko pemantauan di lokasi strategis. Tim ini akan memantau kondisi jaringan sekaligus merespons potensi gangguan layanan telekomunikasi di lapangan.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, mengatakan pemerintah akan melakukan pemantauan rutin selama periode libur. Pengawasan ini bertujuan menjaga stabilitas jaringan komunikasi nasional.
“Pemerintah melalui Komdigi akan terus melakukan pemantauan berkala. Kami memastikan layanan telekomunikasi berjalan lancar selama Ramadhan dan Lebaran 2026,” kata Ismail dalam acara pelepasan petugas di Jakarta.
Kemkomdigi membentuk satuan tugas tersebut bersama sejumlah operator seluler nasional. Operator yang terlibat antara lain XLSMART, Telkomsel, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Tim pemantau akan bertugas mulai 13 hingga 29 Maret 2026. Selama periode tersebut, mereka memeriksa kualitas jaringan, kapasitas layanan, dan kesiapan infrastruktur telekomunikasi.
Pemerintah menempatkan personel di sejumlah titik transportasi utama. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat mobilitas masyarakat selama arus mudik.
Baca juga:“ShopeePay Rilis Fitur Baru untuk Kirim THR Digital Lebih Praktis”
Pantau Layanan Telekomunikasi di Rest Area dan Pelabuhan Saat Lebaran
Kementerian Komunikasi dan Digital menempatkan petugas satuan tugas khusus di rest area dan pelabuhan strategis untuk memastikan layanan telekomunikasi tetap lancar selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Petugas ditempatkan di Rest Area 57 pada periode mudik dan Rest Area 62 saat arus balik. Selain itu, pemantauan juga dilakukan di beberapa pelabuhan utama, termasuk Pelabuhan Merak selama mudik dan Pelabuhan Bakauheni saat arus balik. Pemantauan juga mencakup Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Ketapang untuk memastikan kualitas jaringan tetap optimal.
Di posko-posko tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai paket layanan telekomunikasi dari operator seluler. Warga juga bisa melihat langsung alat pemantau jaringan milik Kemkomdigi, sehingga transparansi pemantauan terjaga.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital, Ismail, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengawasan jaringan secara menyeluruh. Tujuannya adalah menjaga stabilitas komunikasi saat mobilitas masyarakat meningkat.
Frekuensi dan Tingkatkan Sistem Komunikasi Selama Lebaran
Kementerian Komunikasi dan Digital melakukan pemantauan berkala di seluruh bandara serta 35 Unit Pelaksana Teknis Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) untuk menjaga kualitas layanan telekomunikasi selama Lebaran 2026. Langkah ini bertujuan memastikan jaringan tetap stabil di tengah lonjakan penggunaan masyarakat.
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kemkomdigi, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan tim Balmon bergerak aktif memastikan frekuensi yang digunakan operator seluler aman dan bebas gangguan. Hal ini menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga performa layanan di lapangan.
“Teman-teman Balmon terus akan bergerak untuk memastikan frekuensi yang digunakan oleh teman-teman operator itu aman,” ujar Wayan.
Hasil pemantauan dari berbagai titik, termasuk bandara dan rest area, terintegrasi langsung ke Pusat Monitoring Komunikasi di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat. Sistem terpusat ini memungkinkan koordinasi cepat dalam menangani gangguan jaringan.
Selain pemantauan frekuensi, Kemkomdigi juga menyiapkan Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi masalah jaringan secara dini. Sistem ini bertujuan meminimalkan gangguan dan memastikan layanan komunikasi tetap berjalan lancar.
Baca juga:“Google Maps Kasih Tampilan 3D yang Didukung oleh Gemini AI”




Leave a Reply