lolstatistics.com -Aplikasi belajar Al-Quran berbasis kecerdasan buatan, ngaji.ai, mencatat lonjakan penggunaan dan unduhan hingga dua kali lipat selama Ramadhan. Peningkatan ini terjadi seiring tingginya aktivitas ibadah umat Muslim pada bulan suci.
Chief Business Development Officer Vokal.ai, Fara Abdullah, menyatakan Ramadhan selalu menjadi periode krusial bagi aplikasi gaya hidup Muslim. Ia menilai kebutuhan belajar Al-Quran meningkat signifikan saat masyarakat memperbanyak ibadah.
“Ramadhan menjadi momentum penting bagi pengguna untuk kembali rutin membaca dan memperbaiki bacaan Al-Quran,” ujar Fara dalam keterangan resminya. Ia menambahkan lonjakan terjadi pada fitur pembelajaran tajwid dan evaluasi bacaan berbasis AI.
Ngaji.ai memanfaatkan teknologi pengenalan suara untuk membantu pengguna memperbaiki pelafalan ayat. Sistem AI menganalisis kesalahan secara otomatis dan memberikan umpan balik instan. Pendekatan ini memudahkan pengguna belajar mandiri tanpa harus selalu bertatap muka.
Fenomena ini sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Penggunaan aplikasi edukasi dan keagamaan meningkat saat momen keagamaan besar. Data industri menunjukkan konsumsi aplikasi berbasis spiritualitas naik signifikan setiap Ramadhan.
Baca juga:“Spotify Panen Pengguna Baru Berkat Wrapped dan Inovasi Fitur Baru”
Pengguna Naik Lima Kali Lipat pada Pekan Pertama Ramadhan
Aplikasi belajar Al-Quran berbasis AI, ngaji.ai, menargetkan lonjakan pengguna hingga lima kali lipat pada Ramadhan tahun ini. Perusahaan menyebut pekan pertama Ramadhan selalu menjadi periode pertumbuhan tertinggi.
Chief Business Development Officer Vokal.ai, Fara Abdullah, menjelaskan momentum awal Ramadhan mendorong peningkatan unduhan dan aktivitas pengguna. Masyarakat biasanya mulai memperbanyak ibadah dan memperbaiki bacaan Al-Quran pada fase tersebut.
“Pekan pertama Ramadhan biasanya menjadi momentum tertinggi bagi pertumbuhan aplikasi. Karena itu, kami menargetkan peningkatan hingga lima kali lipat tahun ini,” ujar Fara. Ia menambahkan lonjakan terjadi konsisten setiap tahun.
Menurutnya, aplikasi gaya hidup Muslim memiliki pola musiman yang kuat. Aktivitas pengguna melonjak signifikan pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Kenaikan tidak hanya terlihat pada jumlah unduhan, tetapi juga durasi penggunaan aplikasi.
Ngaji.ai Tembus 403 Ribu Pengguna, 39 Ribu Berlangganan Premium
Aplikasi belajar Al-Quran berbasis AI, ngaji.ai, mencatat total 403 ribu pengguna hingga awal tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 39 ribu pengguna tercatat sebagai pelanggan premium.
Chief Operating Officer Vokal.ai, Vanya Sunanto, menyampaikan data tersebut berdasarkan catatan internal perusahaan. Ia menyebut rata-rata pengguna membuka aplikasi selama tujuh menit per hari. Durasi ini mencerminkan pola belajar yang singkat namun konsisten.
Menurut Vanya, mayoritas pengguna berada pada rentang usia 25 hingga 40 tahun. Kelompok usia produktif tersebut memanfaatkan aplikasi untuk memperbaiki bacaan dan memahami tajwid. Namun, profil pengguna kini semakin beragam.
“Kebanyakan usia penggunanya 25 sampai 40 tahun. Tapi sekarang kami merasa lebih beragam, termasuk yang lebih muda,” ujar Vanya. Ia menjelaskan banyak anak menggunakan aplikasi, meski pendaftaran dilakukan oleh orang tua.
Fenomena ini menunjukkan aplikasi edukasi keagamaan semakin diterima lintas generasi. Orang tua memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran agama anak di rumah. Model langganan premium juga menjadi indikator kepercayaan pengguna terhadap kualitas layanan.
Ngaji.ai mengandalkan teknologi pengenalan suara untuk mengevaluasi bacaan Al-Quran secara otomatis. Sistem AI memberikan umpan balik langsung terkait pelafalan dan panjang pendek bacaan. Pendekatan ini membantu pengguna belajar mandiri dengan lebih terarah.
Perusahaan melihat potensi pertumbuhan masih terbuka luas, terutama pada segmen keluarga muda. Peningkatan literasi digital turut mendorong adopsi aplikasi berbasis AI di bidang pendidikan agama.
Baca juga:“Spotify Panen Pengguna Baru Berkat Wrapped dan Inovasi Fitur Baru”




Leave a Reply