lolstatistics.com -Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan adopsi kecerdasan buatan harus berdampak pada produktivitas nasional. Ia meminta pemanfaatan AI tidak berhenti pada penggunaan dasar. Pemerintah mendorong penciptaan nilai ekonomi dan penguatan daya saing melalui teknologi tersebut.
Dalam keterangan pers di Jakarta, Meutya menyampaikan tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen. Angka ini menunjukkan tingginya penetrasi teknologi di masyarakat dan pelaku usaha. Namun, ia menilai pemanfaatan AI untuk kegiatan produktif masih perlu diperluas.
“Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim,” ujarnya. Ia menambahkan kondisi ini menjadi alasan penting mendorong lahirnya startup berbasis teknologi. Menurutnya, inovasi digital harus mampu menciptakan solusi nyata bagi industri dan sektor publik.
Meutya mengajak pelaku startup melihat Indonesia sebagai pasar digital besar di Asia Pasifik. Populasi yang besar dan penetrasi internet tinggi menjadi modal utama pertumbuhan ekonomi digital. Pemerintah juga terus memperkuat infrastruktur digital dan regulasi pendukung inovasi.
Baca juga:“Apple Perketat Verifikasi Usia di App Store, Aplikasi 18+ Dibatasi”
Talenta Digital Indonesia Jadikan AI Pendorong Inovasi Nasional
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menekankan pentingnya talenta digital Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia menilai inovasi digital harus menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tapi juga pusat lahirnya solusi teknologi baru.
Dari total 278 juta penduduk, sekitar 80,66 persen atau lebih dari 230 juta jiwa telah terkoneksi internet. Infrastruktur digital yang luas ini menjadi basis utama pertumbuhan ekonomi digital nasional. Nilai ekonomi digital Indonesia telah melampaui 80 miliar dolar AS dan diproyeksikan menembus lebih dari 130 miliar dolar AS pada 2025.
“Pertumbuhan ini bukan terjadi secara alami. Ia didorong inovasi teknologi, transformasi sektor tradisional, dan yang paling utama adalah SDM digital Indonesia yang membawa pertumbuhan ekonomi tinggi dan terbesar di kawasan Asia Tenggara,” ujar Meutya Hafid. Pernyataan ini menegaskan peran krusial sumber daya manusia dalam menggerakkan ekonomi berbasis teknologi.
Menkomdigi mengajak talenta digital Indonesia untuk terus berinovasi. Ia menekankan pentingnya kontribusi generasi muda dalam menciptakan startup, solusi berbasis AI, dan teknologi yang dapat menembus pasar global. Menurutnya, pengembangan kapasitas SDM digital menjadi kunci agar Indonesia mampu bersaing di era transformasi digital.Peran Startup dan Google Accelerator Dorong Ekonomi Digital Indonesia
Peran Startup dan Google Accelerator Dorong Ekonomi Digital Indonesia
Pemerintah Indonesia terus memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui kerja sama dengan perusahaan global. Salah satu inisiatif utama adalah program Google for Startups Accelerator yang dilaksanakan bersama Kemkomdigi. Program ini bertujuan mempercepat pembelajaran dan peningkatan keterampilan talenta digital Indonesia.
Sejak awal kerja sama tahun lalu, program tersebut telah meluluskan 63 startup nasional. Program ini memberikan pelatihan intensif, mentoring, dan akses jaringan global bagi para pendiri startup. Menkomdigi Meutya Hafid menekankan keberhasilan ini menunjukkan kontribusi startup terhadap ekonomi digital nasional.
“Enam puluh tiga startup nasional yang lulus program ini bukanlah angka yang kecil. Bahkan, dilaporkan ada 2.500 startup aktif di Indonesia yang sudah memberikan nilai ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa startup merupakan motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Meutya Hafid.
Program Google for Startups Accelerator juga dirancang untuk mendorong inovasi berbasis teknologi seperti AI, fintech, dan e-commerce. Startup peserta mendapatkan akses ke mentor global, strategi pengembangan produk, serta peluang ekspansi internasional. Inisiatif ini mendukung pemerintah dalam mencetak inovator yang mampu bersaing di pasar regional maupun global.
Menurut data Kemkomdigi, kontribusi startup digital terhadap nilai ekonomi nasional terus meningkat. Banyak startup baru berhasil menciptakan lapangan kerja, meningkatkan efisiensi sektor tradisional, dan memperluas penetrasi layanan digital. Hal ini sejalan dengan target pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi teknologi di Asia Tenggara.
Baca juga:“Jelang Rilis, Spesifikasi Baterai Galaxy S26 Series Terungkap”




Leave a Reply