lolstatistics.com -Intel mengumumkan rencana memproduksi unit pemrosesan grafis atau GPU.
Pengumuman disampaikan CEO Intel, Lip-Bu Tan, dalam ajang Cisco AI Summit.
Acara tersebut berlangsung pada Selasa, 3 Februari.
Lip-Bu Tan menyebut GPU sebagai langkah strategis baru perusahaan.
Selama ini, Intel dikenal berfokus pada pengembangan CPU.
CPU menjadi tulang punggung produk Intel selama beberapa dekade.
Rencana produksi GPU menandai perluasan portofolio bisnis Intel.
GPU sebelumnya dipopulerkan oleh pesaing utama, Nvidia.
Pasar GPU tumbuh pesat seiring meningkatnya kebutuhan komputasi berat.
Menurut laporan TechCrunch, Intel melihat peluang besar di sektor ini.
GPU dibutuhkan untuk gaming modern dan pemrosesan grafis tingkat lanjut.
Teknologi ini juga krusial untuk pelatihan model kecerdasan buatan.
Permintaan GPU meningkat seiring adopsi kecerdasan buatan global.
Perusahaan teknologi berlomba memperkuat infrastruktur AI mereka.
GPU menjadi komponen utama dalam pusat data dan superkomputer.
Langkah Intel berpotensi mengubah peta persaingan industri chip.
Masuknya Intel dapat meningkatkan kompetisi di pasar GPU.
Baca juga:“Shopee raih predikat brand terbaik 2026 di Indonesia versi YouGov”
Proyek GPU Intel Dipimpin Kevork Kechichian dari Divisi Pusat Data
Intel menunjuk Kevork Kechichian untuk memimpin proyek pengembangan GPU perusahaan.
Informasi ini disampaikan melalui laporan Reuters.
Penunjukan tersebut menegaskan keseriusan Intel memasuki pasar GPU.
Kevork Kechichian menjabat wakil presiden eksekutif Intel.
Ia juga bertugas sebagai manajer umum kelompok pusat data.
Peran ini menempatkannya di posisi strategis pengembangan komputasi skala besar.
Kechichian bergabung dengan Intel pada September tahun lalu.
Kehadirannya merupakan bagian dari gelombang perekrutan talenta baru.
Intel memperkuat timnya untuk menghadapi persaingan industri semikonduktor.
Pengalaman Kechichian di pusat data dinilai relevan dengan pengembangan GPU.
GPU banyak digunakan dalam pusat data modern.
Teknologi ini mendukung kecerdasan buatan dan komputasi performa tinggi.
Intel sebelumnya dikenal fokus pada pengembangan CPU.
Masuknya Intel ke GPU menandai perubahan strategi bisnis.
Perusahaan berupaya menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar AI.
Reuters mencatat pasar GPU didominasi oleh Nvidia.
Namun, permintaan global membuka peluang pemain baru.
Intel Perkuat Tim GPU dengan Rekrut Eric Demers, Tantang Dominasi Nvidia
Intel terus memperkuat langkahnya di pasar GPU.
Perusahaan merekrut Eric Demers pada Januari.
Langkah ini menandai percepatan strategi pengembangan GPU Intel.
Eric Demers memiliki pengalaman panjang di industri semikonduktor.
Ia bekerja lebih dari 13 tahun di Qualcomm.
Posisi terakhirnya adalah wakil presiden senior bidang teknik.
Rekrutmen Demers memperkuat kapasitas teknis Intel.
Keahlian teknik dibutuhkan untuk bersaing di pasar GPU.
Intel menargetkan pengembangan chip untuk komputasi berat.
GPU menjadi komponen penting dalam sistem kecerdasan buatan.
Teknologi ini menangani pemrosesan paralel berskala besar.
Kebutuhan GPU meningkat seiring pertumbuhan pusat data AI.
Pasar GPU saat ini didominasi oleh Nvidia.
Menariknya, Nvidia bukan pencipta GPU.
Namun, chip ini berkontribusi besar pada kesuksesan perusahaan.
Produk GPU Nvidia banyak digunakan dalam sistem AI.
Baca juga:“Oppo rilis A6t dan A6t Pro, bawa desain premium dan performa mumpuni”




Leave a Reply