lolstatistics.com -Indonesia dan China terus memperkuat kerja sama pembangunan berkelanjutan. Fokus kemitraan ini adalah pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi.
Kolaborasi dilakukan melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Chinese Society of Environmental Sciences. Kedua pihak mendorong transformasi industri sawit nasional.
Pemerintah menilai sektor sawit berperan penting dalam agenda pembangunan hijau. Upaya ini juga mendukung target penurunan emisi nasional.
Sekretaris Kementerian PPN, Teni Widuriyanti, menjelaskan fokus utama kemitraan tersebut. Ia menekankan penerapan teknologi inovatif rendah emisi.
“Salah satu aspek utama kemitraan ini adalah pengembangan PaMER,” ujar Teni, dikutip dari warta Xinhua, Kamis. PaMER merupakan Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah.
Teknologi PaMER dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan pengelolaan limbah. Sistem ini menekan emisi gas rumah kaca dari proses produksi.
Kerja sama ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan riset bersama. Indonesia dan China berbagi pengalaman pengelolaan lingkungan industri.
Baca juga:”Indonesia dan China terus memperkuat kerja sama pembangunan berkelanjutan. Fokus kemitraan ini adalah pengembangan industri kelapa sawit rendah emisi.
Kolaborasi dilakukan melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Chinese Society of Environmental Sciences. Kedua pihak mendorong transformasi industri sawit nasional.
Pemerintah menilai sektor sawit berperan penting dalam agenda pembangunan hijau. Upaya ini juga mendukung target penurunan emisi nasional.
Sekretaris Kementerian PPN, Teni Widuriyanti, menjelaskan fokus utama kemitraan tersebut. Ia menekankan penerapan teknologi inovatif rendah emisi.
“Salah satu aspek utama kemitraan ini adalah pengembangan PaMER,” ujar Teni, dikutip dari warta Xinhua, Kamis. PaMER merupakan Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah.
Teknologi PaMER dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi dan pengelolaan limbah. Sistem ini menekan emisi gas rumah kaca dari proses produksi.
Kerja sama ini juga mencakup pertukaran pengetahuan dan riset bersama. Indonesia dan China berbagi pengalaman pengelolaan lingkungan industri.
Baca juga:“Dewan Emas Dunia: Permintaan Emas Capai Rekor Baru di 2025”
Teknologi PaMER Pangkas Emisi Sawit Hingga 79 Persen dan Tingkatkan Daya Saing
Teknologi Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah atau PaMER menawarkan solusi industri sawit berkelanjutan. Inovasi ini menekan emisi karbon secara signifikan.
PaMER mampu menurunkan emisi karbon hingga 79,19 persen dibandingkan teknologi konvensional. Angka ini menunjukkan potensi besar dalam mitigasi perubahan iklim.
Selain efisiensi emisi, teknologi ini menghasilkan minyak pangan bernutrisi tinggi. Proses produksi dirancang lebih ramah lingkungan.
PaMER juga mendukung diversifikasi produk turunan sawit. Produk tersebut memenuhi standar keberlanjutan global.
Penerapan teknologi rendah emisi meningkatkan efisiensi energi pabrik. Pengelolaan limbah dan residu menjadi lebih optimal.
Industri sawit nasional dinilai akan memperoleh daya saing lebih kuat. Produk beremisi rendah lebih diterima pasar internasional.
Teknologi PaMER sejalan dengan kebijakan pembangunan hijau pemerintah. Pendekatan ini mendukung target penurunan emisi nasional.
Indonesia–China Susun Perdagangan Karbon Sawit dan Perkuat Peran Petani
Indonesia dan China memperluas kemitraan sawit rendah karbon. Kerja sama kini mencakup perdagangan karbon dan pemberdayaan petani.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional dan Chinese Society of Environmental Sciences memimpin kolaborasi ini. Fokusnya adalah sektor kelapa sawit nasional.
Kedua institusi menyusun kerangka perdagangan karbon yang komprehensif. Kerangka tersebut dirancang aplikatif bagi industri sawit.
Mereka juga bekerja sama menyusun metodologi perhitungan emisi karbon. Metodologi ini penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Kolaborasi tidak hanya menyasar industri hulu dan hilir. Program ini juga menempatkan petani sawit sebagai aktor utama.
Penguatan kapasitas petani menjadi bagian penting kemitraan. Pembentukan koperasi sawit akan mempermudah akses pasar dan pembiayaan.
Petani juga akan mengikuti pelatihan teknis dan pertukaran pengetahuan. Program ini meningkatkan pemahaman praktik pertanian berkelanjutan.




Leave a Reply