lolstatistics – Membayar kopi dengan Bitcoin kini menjadi kenyataan, bukan lagi sekadar wacana teknologi.
Selama acara DC Fintech Week di Washington D.C., Compass Coffee menguji sistem pembayaran baru yang memungkinkan pelanggan membayar kopi hanya dengan memindai kode QR di terminal Square. Transaksi langsung diproses lewat jaringan Bitcoin, tanpa menunggu lama seperti metode konvensional.
Michael Haft, salah satu pendiri Compass Coffee, menyatakan bahwa uji coba ini berjalan lancar. “Pembayaran dari sepuluh dompet digital berbeda diproses secara instan dan tanpa kendala,” ujarnya. Ia menekankan bahwa hasil ini membuktikan Bitcoin kini bisa dipakai dalam transaksi bisnis kecil secara nyata.
Selain kemudahan transaksi, fitur baru memungkinkan pedagang mengonversi hingga 50% dari penjualan harian menjadi Bitcoin. Selama satu tahun pertama, biaya transaksi dibebaskan sepenuhnya, memberikan insentif tambahan bagi pemilik kafe dan pelanggan.
Data terbaru menunjukkan minat terhadap pembayaran kripto meningkat. Menurut laporan CoinMarketCap, volume transaksi Bitcoin di sektor ritel naik 15% pada kuartal terakhir, seiring pertumbuhan adopsi aset digital di Amerika Serikat.
Ke depan, sistem ini berpotensi memperluas penggunaan Bitcoin di bisnis kecil dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kripto. Namun, konsumen tetap disarankan memahami risiko investasi dan analisis sebelum membeli atau menjual aset digital.
Dengan langkah ini, Washington D.C. menegaskan posisinya sebagai kota yang mendorong inovasi finansial digital, sekaligus membuka jalan bagi adopsi Bitcoin di kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : “Penelitian Pada Kucing Kenal Bau Pemiliknya Meski Bersikap Cuek”
Lightning Network Dorong Bitcoin Jadi Pembayaran Cepat di Kafe
Uji coba Compass Coffee di Washington D.C. menunjukkan kemajuan signifikan dalam penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran sehari-hari.
Sistem pembayaran berbasis Lightning Network memungkinkan transaksi instan dan murah, tanpa perantara bank atau kartu kredit. Pelanggan cukup memindai kode QR di terminal Square untuk membayar kopi.
Pranav Agarwal, analis fintech, menekankan bahwa jaringan ini memangkas biaya sekaligus membuka peluang bisnis kecil membuat program loyalty atau cashback.
Proyek ini merupakan bagian dari ekosistem kripto Block Inc., induk Square, yang juga menaungi Cash App, Bitkey Wallet, dan perangkat penambangan Proto. Miles Suter, pimpinan divisi Bitcoin di Square, menyatakan, “Tujuan kami adalah membuat pembayaran kripto semudah menggesek kartu debit atau kredit.”
Meskipun masih menunggu kepastian regulasi dan pembebasan pajak untuk transaksi kecil di Kongres AS, pengamat menilai uji coba ini sebagai terobosan penting. Analis YZ NG dari UR menyebutnya sebagai “contoh nyata bagaimana kripto mulai menyatu dengan kehidupan sehari-hari.”
Jika uji coba ini sukses dan diperluas, Lightning Network dapat digunakan di ribuan kafe dan toko di seluruh Amerika Serikat. Ini berpotensi membuat pembayaran Bitcoin semudah membeli secangkir kopi.
Data terbaru menunjukkan adopsi Bitcoin di ritel meningkat 15% selama kuartal terakhir, seiring pertumbuhan penggunaan Lightning Network. Langkah ini menegaskan arah integrasi kripto ke transaksi harian dan memperkuat ekosistem bisnis digital.
Dengan dukungan teknologi cepat dan biaya rendah, Bitcoin kini lebih mendekati fungsi uang nyata, membuka peluang baru bagi pedagang dan konsumen di era digital.
Baca Juga : “Infografis Terbaru Ungkap Ragam Bumbu Soto Khas Nusantara”




Leave a Reply