Wamendagri Apresiasi Respons Cepat Pemkab Jayapura Tangani Dugaan Keracunan MBG
Kolaborasi Pemda, Tenaga Kesehatan, TNI-Polri, dan Masyarakat Percepat Penanganan Korban
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam menangani dugaan keracunan massal yang menimpa peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, respons cepat pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan dan berbagai unsur terkait berhasil memastikan para korban segera memperoleh penanganan medis yang dibutuhkan.
Ribka menyampaikan apresiasi tersebut setelah meninjau langsung proses penanganan siswa yang diduga mengalami keracunan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura. Kunjungan itu dilakukan bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, untuk memastikan kondisi para pasien sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program MBG di lapangan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Ribka mengatakan pemerintah daerah bergerak sigap sejak insiden terjadi. Para korban langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sementara puskesmas dan pemerintah daerah berkoordinasi memberikan pelayanan kesehatan secara cepat.
“Jadi begitu pas kejadian mereka langsung antar ke rumah sakit. Ditangani oleh puskesmas dan pemerintah daerah. Jadi kami lihat pemerintah daerah juga bekerja sudah cukup maksimal dan sangat cepat penanganannya,” ujar Ribka.
Berdasarkan hasil peninjauan di RSUP Jayapura, Ribka menilai proses penanganan medis berjalan dengan baik. Sebagian besar pasien bahkan telah pulih dan diizinkan kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi kesehatannya membaik.
Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta unsur masyarakat. Menurutnya, kerja sama lintas sektor menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan korban sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.
“Artinya bahwa teamwork atau kebersamaan koordinasi kerja pemerintah daerah, kemudian TNI dan Polri sudah sangat membantu, termasuk dari gereja dan tokoh-tokoh masyarakat. Jadi semuanya sudah teratasi dengan baik,” katanya.
baca juga: Luncurkan 10 Buku Karya Nyata, Bahlil Ceritakan Awal Mula Larangan Ekspor Nikel
Selain mengapresiasi penanganan korban, Ribka memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap aspek teknis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Perbaikan akan difokuskan pada proses pengolahan makanan di dapur serta penguatan sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia mengajak pemerintah daerah, penyelenggara program, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Menurutnya, standar kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi perhatian utama demi melindungi kesehatan para penerima manfaat.
Program Makan Bergizi Gratis, lanjut Ribka, merupakan salah satu program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih unggul pada masa depan. Karena itu, pelaksanaannya harus terus disempurnakan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Ribka juga mengungkapkan bahwa masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur, menyambut baik kehadiran program tersebut. Berdasarkan dialog yang dilakukan saat kunjungan, banyak keluarga masih sangat membutuhkan bantuan makanan bergizi bagi anak-anak mereka.
“Masyarakat juga sudah menyampaikan bahwa memang mereka sangat membutuhkan. Kita lihat anak-anak membawa pulang makanan untuk diberikan kepada orang tuanya. Artinya, kebutuhan masyarakat masih cukup besar,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala BGN Trenggono menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi pengawasan. Ia juga mendorong masyarakat untuk terus memberikan masukan yang konstruktif agar tata kelola program semakin baik.
Menurut Trenggono, pengawasan yang kuat serta evaluasi berkelanjutan akan membantu meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Dengan perbaikan tersebut, pemerintah berharap program prioritas Presiden dapat terus memberikan manfaat bagi jutaan pelajar sekaligus mendukung peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia.
baca juga: Wamendagri evaluasi tata kelola program MBG di Kabupaten Jayapura




Leave a Reply