Jaecoo J7 Australia Ditarik karena Masalah Kabel Kelistrikan
Sebanyak 171 unit SUV Jaecoo J7 produksi 2025–2026 di Australia menjalani penarikan kembali atau recall. Jaecoo menemukan cacat produksi yang berpotensi merusak kabel kelistrikan di bawah jok depan.
Masalah tersebut dapat menyebabkan kendaraan kehilangan tenaga penggerak secara tiba-tiba. Dalam kondisi tertentu, kerusakan kabel juga dapat membuat mesin mati tanpa peringatan saat mobil sedang dikendarai.
Kabel di Bawah Jok Berisiko Bergesekan
Mengutip laporan Drive, pemberitahuan recall yang diajukan kepada Departemen Infrastruktur Australia menyebut kabel atau wiring harness di bawah jok depan berpotensi bergesekan dengan braket palang melintang jok.
baca juga: Ini yang Bikin Toyota bZ4X Touring Berbeda dari BEV Lain
Gesekan tersebut dapat merusak kabel dalam jangka waktu tertentu. Kerusakan pada rangkaian kabel kemudian berpotensi mengganggu sistem kelistrikan dan menyebabkan hilangnya tenaga penggerak.
Pemberitahuan recall itu diterbitkan pada 5 Agustus 2026. Penarikan mencakup Jaecoo J7 dengan tahun produksi 2025 hingga 2026.
Daftar nomor identifikasi kendaraan atau VIN untuk seluruh 171 unit terdampak juga tercantum dalam pemberitahuan resmi tersebut. Data VIN membantu pemilik memastikan apakah kendaraannya termasuk dalam program recall.
Jaecoo Siapkan Pemeriksaan dan Perbaikan Gratis
Jaecoo akan menghubungi pemilik kendaraan yang terdampak melalui pemberitahuan tertulis. Pemilik kemudian diminta membuat janji dengan diler Jaecoo setempat.
Diler akan memeriksa kondisi kabel kelistrikan kendaraan dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Jaecoo menyediakan pemeriksaan serta perbaikan tersebut tanpa biaya bagi pemilik kendaraan yang masuk dalam program recall.
Langkah tersebut penting karena kehilangan tenaga penggerak atau mesin mati ketika kendaraan melaju dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Pemberitahuan recall Australia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berpotensi menyebabkan cedera atau kematian bagi penumpang kendaraan maupun pengguna jalan lainnya.
Jaecoo J7 Sebelumnya Juga Mengalami Recall
Recall terbaru bukan kasus pertama yang melibatkan Jaecoo J7 di Australia. Pada Februari 2026, sebanyak 1.028 unit Jaecoo J7 model tahun 2025 juga ditarik kembali.
Recall sebelumnya berkaitan dengan potensi kerusakan pada rangkaian kabel unit kontrol elektronik. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sistem kabel memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai komponen elektronik kendaraan.
Dengan adanya dua program recall dalam tahun yang sama, pemilik Jaecoo J7 di Australia perlu memperhatikan pemberitahuan resmi dari Jaecoo. Pemilik juga dapat memeriksa status kendaraan berdasarkan nomor VIN yang tercantum dalam informasi recall.
Jaecoo J7 Indonesia Dirakit Lokal
Kondisi Jaecoo J7 di Indonesia berbeda dengan model yang dipasarkan di Australia. Jaecoo J7 di Indonesia menggunakan skema CKD atau Completely Knocked Down.
Kendaraan tersebut dirakit secara lokal oleh PT Handal Indonesia Motor (HIM) di fasilitas produksinya di Cikampek, Jawa Barat. Sementara itu, Jaecoo J7 yang dipasarkan di Australia masih menggunakan skema CBU atau Completely Built-Up.
Model CBU tersebut diimpor secara utuh dari fasilitas produksi Chery di China. Perbedaan proses produksi dan rantai pasok ini menjadi konteks penting ketika membandingkan recall Jaecoo J7 di Australia dengan kendaraan yang beredar di Indonesia.
Karena recall Australia berkaitan dengan unit dan produksi tertentu, informasi tersebut tidak otomatis berarti Jaecoo J7 di Indonesia mengalami masalah yang sama. Pemilik kendaraan di Indonesia sebaiknya mengacu pada informasi resmi dari Jaecoo Indonesia apabila terdapat pemberitahuan terkait kendaraannya.
Recall ini sekaligus menunjukkan pentingnya pemantauan kualitas kendaraan setelah dipasarkan. Pemeriksaan dan perbaikan tanpa biaya menjadi langkah mitigasi untuk memastikan kendaraan yang terdampak tetap aman digunakan.
baca juga: Menjajal SUV “plug in hybrid” modern Jaecoo J7 SHS “discovery”




Leave a Reply