- lolstatistics – Produsen otomotif China BYD berkomitmen memprioritaskan inovasi teknologi dan kerja sama global. Langkah ini memperdalam kehadiran pabrikan tersebut di pasar dunia. Permintaan luar negeri terhadap kendaraan energi baru China meningkat tajam. Guncangan pasar minyak baru-baru ini menjadi katalis utama percepatan ini.
BYD menyatakan dalam wawancara tertulis dengan Xinhua bahwa pilihan konsumen didorong oleh mekanisme pasar. Daya tarik produk dan efektivitas biaya menjadi keunggulan utama perusahaan. Harga minyak global yang melonjak semakin menyoroti keunggulan EV dibanding kendaraan konvensional.
Di Thailand, BYD mendapatkan dukungan dari pemimpin tertinggi negara. Perdana Menteri Thailand yang baru terpilih, Anutin Charnvirakul, terlihat menggunakan EV BYD pribadinya. Ia juga mengunjungi stan BYD di Bangkok International Motor Show pada 28 Maret. Dukungan dari tokoh terkemuka ini memperkuat posisi BYD di pasar Thailand.
Penjualan EV BYD di Thailand terus tumbuh dengan kuat. Perusahaan mencatat peningkatan pesanan yang stabil secara berkelanjutan. BYD mengaitkan momentum positif ini dengan kebijakan pemerintah Thailand. Dukungan kebijakan berpadu dengan kenaikan harga minyak global yang mempercepat adopsi EV.
BYD sebelumnya telah menargetkan penjualan 1,5 juta unit di luar China pada tahun ini. Perusahaan merasa “sangat yakin” dapat mencapai atau melampaui target tersebut. Pasar luar negeri diproyeksikan dapat menyumbang setengah dari bisnis mobil BYD. Ekspansi global ini mengubah BYD dari raksasa domestik menjadi pesaing global yang serius.
“Baca Juga : Studi Ungkap Risiko Minta Nasihat ke Chatbot AI“
Pabrik BYD di Rayong Berkapasitas 150.000 Unit, 90% Tenaga Kerja Lokal Thailand
BYD menyatakan pertumbuhan globalnya didukung oleh jajaran produk kompetitif dan strategi lokalisasi yang kuat. Perusahaan mengombinasikan produksi lokal dengan jaringan penjualan dan layanan purnajual yang terus berkembang. “Kami akan terus memperdalam kehadiran kami di Thailand,” ujar Ke Yubin, Manajer Umum BYD Thailand. BYD menggunakan inovasi teknologi untuk mendorong industri otomotif menuju pembangunan hijau. Perusahaan juga mendukung transisi Thailand menuju masyarakat rendah karbon.
BYD masuk ke pasar Thailand pada 2022 dan langsung bertransformasi secara drastis. Perusahaan tidak hanya mengekspor produk tetapi membangun ekosistem produksi yang sepenuhnya terlokalisasi. Pabrik di Rayong menjadi andalan utama strategi ini. Pabrik tersebut merupakan pabrik mobil penumpang pertama BYD di luar negeri. Kapasitas tahunannya mencapai 150.000 unit kendaraan.
Lebih dari 90 persen tenaga kerja pabrik Rayong berasal dari Thailand. Lokalisasi tenaga kerja ini menunjukkan komitmen BYD terhadap ekonomi setempat. Perusahaan tidak hanya membawa modal tetapi juga menciptakan lapangan kerja. Transfer teknologi dan pelatihan juga diberikan kepada pekerja lokal. Hal ini memperkuat ekosistem industri otomotif Thailand secara keseluruhan.
Momentum global BYD tidak hanya terbatas di Asia Tenggara. Pada 2025, perusahaan menjual lebih dari 1,049 juta unit kendaraan di luar negeri. Angka ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 145 persen secara tahunan. Penjualan di Inggris melampaui 50.000 unit, naik 485 persen. Jerman, Spanyol, dan Italia masing-masing mencatat penjualan tahunan lebih dari 20.000 unit.
Australia juga membukukan kinerja yang kuat dengan lebih dari 50.000 unit terjual. Prestasi ini menempatkan BYD di antara 10 merek teratas di Australia. Lonjakan harga BBM global menjadi katalis percepatan adopsi EV. BYD memanfaatkan momentum ini dengan strategi lokalisasi di setiap pasar. Perusahaan berkomitmen terus berinovasi untuk mempertahankan pertumbuhan eksponensialnya.
BYD Bantah Tuduhan Dumping: Harga di Luar Negeri Lebih Tinggi, Produksi Sesuai Permintaan Pasar
Perusahaan BYD mengaitkan ekspansi pasarnya dengan kualitas produk, desain, dan operasi terlokalisasi. BYD juga membantah narasi yang menyebut adanya “kelebihan kapasitas” dan “dumping” terkait EV China. “Produksi kami sejalan dengan permintaan pasar,” tegas BYD dalam pernyataan resminya. Harga di luar negeri umumnya lebih tinggi dibandingkan harga di dalam negeri. Perusahaan menegaskan tidak ada praktik dumping harga rendah.
Rantai pasokan BYD terintegrasi sepenuhnya, mulai dari baterai, komponen, hingga perakitan kendaraan. Produsen China telah mencapai perpaduan antara daya saing biaya dan inovasi pesat. Kekuatan komprehensif ini semakin menonjol seiring kenaikan harga bahan bakar global. Konsumen mulai mempertimbangkan kembali pilihan transportasi mereka. EV menjadi alternatif yang semakin menarik.
Di Thailand dan Australia, showroom yang menjual NEV China melaporkan peningkatan mencolok. Jumlah pengunjung yang datang langsung (walk-in) meningkat drastis. Uji coba berkendara dan konsumen yang melakukan pemesanan juga bertambah. Ketegangan geopolitik sejak Maret telah menimbulkan gejolak di pasar energi global. Hal ini mendorong percepatan adopsi EV.
Zhou Fatao, sekretaris jenderal Asosiasi Industri NEV Guangdong, memberikan analisisnya. Popularitas EV China mencerminkan keselarasan tepat antara kualitas, performa, dan harga. Produk ini memenuhi kebutuhan konsumen setempat dengan baik. EV China memiliki keunggulan yang berbeda dan sulit ditiru. Keunggulan tersebut dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal tradisional.
BYD mencatat penjualan luar negeri lebih dari 1,049 juta unit pada 2025, naik 145 persen. Pabrik di Rayong, Thailand, berkapasitas 150.000 unit dengan 90 persen tenaga kerja lokal. Penjualan di Inggris melampaui 50.000 unit (naik 485 persen). Jerman, Spanyol, Italia, dan Australia juga mencatat kinerja kuat. BYD berkomitmen memperdalam kehadiran global dengan inovasi berkelanjutan.
“Baca Juga : Perusahaan Otomotif Eks Petinggi BeyonCa Bangkrut“




Leave a Reply