lolstatistics – Jenama mobil mewah asal Inggris, Bentley, mengungkapkan bahwa akan fokus pengembangan mobil hibrida, alih-alih fokus pada peluncuran kendaraan listrik. Diwartakan Arena EV pada Minggu (22/3) waktu setempat, Direktur Utama Bentley Frank Walliser menjelaskan bahwa perusahaan harus memikirkan ulang seluruh lini produknya. Ia mencatat bahwa rencana mereka saat ini terlihat sangat berbeda dibandingkan dua tahun lalu. Pergeseran ini merupakan bagian dari tren yang kini tengah ramai di industri otomotif.
Walliser mengakui bahwa permintaan pasar terhadap kendaraan listrik murni (BEV) belum sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Konsumen kelas atas masih menunjukkan preferensi terhadap kendaraan hibrida yang menawarkan fleksibilitas tanpa mengorbankan performa. Bentley pun menyesuaikan strategi dengan memperkuat pengembangan model-model plug-in hybrid (PHEV) yang menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dari rencana awal Bentley yang sebelumnya menargetkan elektrifikasi penuh pada awal dekade 2030-an. Kini perusahaan asal Crewe tersebut akan memperpanjang siklus hidup mesin pembakaran internal dalam bentuk hibrida. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika pasar global yang masih berfluktuasi.
Bentley sendiri saat ini telah memiliki pengalaman dengan teknologi hibrida melalui model Bentayga Hybrid dan Flying Spur Hybrid. Kedua model tersebut mendapat respons positif dari pelanggan yang menginginkan kombinasi antara performa tinggi dan efisiensi bahan bakar. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Bentley dalam mengembangkan lini hibrida selanjutnya.
Di tengah persaingan jenama mobil mewah lain yang berlomba meluncurkan EV, Bentley memilih jalur yang lebih hati-hati. Walliser menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada riset mendalam terhadap perilaku konsumen segmen ultra-mewah. Bagi mereka, fleksibilitas jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya masih menjadi pertimbangan utama.
Pergeseran strategi ini juga mencerminkan realitas industri otomotif global yang mulai melambat dalam adopsi EV. Beberapa produsen besar lainnya juga telah mengumumkan penyesuaian target elektrifikasi mereka. Bentley pun tidak ingin terburu-buru dan memilih untuk menghadirkan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Walliser optimistis bahwa pendekatan bertahap ini justru akan memperkuat posisi Bentley di segmen mobil mewah. Dengan fokus pada hibrida, perusahaan dapat terus memberikan pengalaman berkendara yang khas dengan tetap menjawab tuntutan keberlanjutan. Ke depan, Bentley akan terus memantau perkembangan teknologi dan kesiapan pasar sebelum akhirnya meluncurkan EV pertamanya.
“Baca Juga : Elon Musk Kemukakan Rencana Kolaborasi Pembuatan Chip“
Bentley Fokus Kembangkan Mobil Hybrid, Tunda Peluncuran EV
Jenama mobil mewah asal Inggris, Bentley, mengungkapkan bahwa akan fokus pengembangan mobil hibrida, alih-alih fokus pada peluncuran kendaraan listrik. Diwartakan Arena EV pada Minggu (22/3) waktu setempat, Direktur Utama Bentley Frank Walliser menjelaskan bahwa perusahaan harus memikirkan ulang seluruh lini produknya. Ia mencatat bahwa rencana mereka saat ini terlihat sangat berbeda dibandingkan dua tahun lalu. Pergeseran ini merupakan bagian dari tren yang kini tengah ramai di industri otomotif.
Sebelumnya, perusahaan memang mengumumkan akan beralih dari rencana awal untuk meluncurkan lima mobil listrik baru pada tahun 2035. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan minat pembeli mobil di seluruh dunia. Data menunjukkan minat yang lebih rendah pada model bertenaga baterai yang mahal daripada yang diperkirakan banyak perusahaan. Banyak merek kelas atas menemukan bahwa pelanggan mereka masih lebih menyukai suara dan nuansa mesin tradisional. Mereka juga menghargai fleksibilitas dari mobil plug-in hybrid.
Saat ini, Bentley menawarkan versi hibrida dari Continental GT dan Flying Spur. Kedua model ini menggunakan mesin V8 yang bertenaga dipadukan dengan motor listrik. Kombinasi ini memberikan performa tinggi sekaligus efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Respons dari pelanggan terhadap model hibrida ini dinilai positif oleh pihak perusahaan.
Walliser mengakui bahwa permintaan pasar terhadap kendaraan listrik murni (BEV) belum sekuat yang diperkirakan sebelumnya. Konsumen kelas atas masih menunjukkan preferensi terhadap kendaraan hibrida yang menawarkan fleksibilitas tanpa mengorbankan performa. Bentley pun menyesuaikan strategi dengan memperkuat pengembangan model-model plug-in hybrid (PHEV) yang menjadi jembatan menuju elektrifikasi penuh.
Namun demikian, Bentley setidaknya ingin merilis satu mobil listrik pertamanya pada 2027. Model tersebut direncanakan berupa urban SUV yang dipratinjau oleh konsep EXP 15. SUV ini menggunakan sistem baterai dan motor yang mirip dengan Porsche Cayenne Electric yang akan datang. Dengan pengisi daya cepat, mobil ini diklaim dapat menempuh jarak 160 km dalam waktu tujuh menit.
Mobil tersebut seharusnya menggunakan platform yang dikembangkan oleh Porsche. Sayangnya, rencana itu berhenti karena Bentley menganggap bahwa itu terlalu mahal. Biaya untuk membangun keempat EV tambahan tersebut secara mandiri dinilai tidak efisien. Bentley pun memilih untuk lebih selektif dalam mengembangkan kendaraan listrik.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dari rencana awal Bentley yang sebelumnya menargetkan elektrifikasi penuh pada awal dekade 2030-an. Kini perusahaan asal Crewe tersebut akan memperpanjang siklus hidup mesin pembakaran internal dalam bentuk hibrida. Langkah ini diambil untuk merespons dinamika pasar global yang masih berfluktuasi.
Di tengah persaingan jenama mobil mewah lain yang berlomba meluncurkan EV, Bentley memilih jalur yang lebih hati-hati. Walliser menegaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada riset mendalam terhadap perilaku konsumen segmen ultra-mewah. Bagi mereka, fleksibilitas jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya masih menjadi pertimbangan utama.
Walliser optimistis bahwa pendekatan bertahap ini justru akan memperkuat posisi Bentley di segmen mobil mewah. Dengan fokus pada hibrida, perusahaan dapat terus memberikan pengalaman berkendara yang khas dengan tetap menjawab tuntutan keberlanjutan. Ke depan, Bentley akan terus memantau perkembangan teknologi dan kesiapan pasar sebelum akhirnya meluncurkan EV pertamanya.
“Baca Juga : WhatsApp Siapkan Fitur Terjemahan Otomatis untuk iOS“




Leave a Reply