Granit Xhaka Anggap Laga Swiss vs Argentina Jadi Momen Istimewa Hadapi Messi
Xhaka Ingin Swiss Cetak Sejarah di Perempat Final Piala Dunia 2026
Kapten tim nasional Swiss Granit Xhaka menyebut kesempatan menghadapi Lionel Messi bersama Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026 sebagai pengalaman yang istimewa. Ia menilai laga tersebut menjadi momen berharga dalam perjalanan kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Swiss akan bertemu Argentina pada babak delapan besar Piala Dunia 2026 di Stadion Kansas City, Amerika Serikat, Minggu (12/7) pukul 08.00 WIB. Pertandingan ini menjadi salah satu laga yang paling dinantikan karena mempertemukan tim kuda hitam dengan juara bertahan yang masih diperkuat Messi.
“Merupakan sebuah kehormatan juga bisa bermain melawan Messi,” ujar Xhaka seperti dikutip dari laman resmi FIFA, Sabtu.
Pertemuan dengan Messi menjadi daya tarik tersendiri bagi Swiss. Selain menghadapi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola, La Nati juga memiliki peluang menciptakan catatan baru apabila mampu menyingkirkan Argentina.
Kemenangan atas Argentina akan membawa Swiss untuk pertama kalinya melaju ke semifinal Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian terbaik Swiss dalam 12 partisipasi di turnamen sepak bola terbesar dunia adalah mencapai babak perempat final pada edisi 1934, 1938, dan 1954.
Keberhasilan Swiss kembali menembus delapan besar setelah 70 tahun menjadi pencapaian penting bagi generasi Xhaka. Tim asuhan Murat Yakin sebelumnya memastikan tempat di perempat final setelah melewati laga dramatis melawan Kolombia melalui adu penalti.
baca juga: Deretan Artis Pengisi Halftime Show Final Piala Dunia 2026, Ini Daftar Lengkapnya
Swiss Siapkan Permainan Kolektif untuk Hadapi Argentina dan Messi
Menghadapi Argentina, Swiss menyadari bahwa mereka membutuhkan strategi khusus untuk menghentikan kekuatan tim Amerika Selatan tersebut. Messi tetap menjadi ancaman utama karena memiliki pengalaman besar dan kemampuan menentukan hasil pertandingan dalam situasi sulit.
Messi juga tampil produktif di Piala Dunia 2026. Kapten Argentina tersebut menjadi pencetak gol terbanyak sementara turnamen dengan delapan gol. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol.
Meski demikian, Swiss tidak ingin hanya fokus kepada Messi. Xhaka menegaskan seluruh pemain harus tampil sebagai satu kesatuan dan memberikan kemampuan terbaik untuk menghadapi Argentina.
“Kami ingin memberikan segalanya dan memainkan pertandingan yang nantinya bisa kami kenang dengan rasa bangga, apa pun hasilnya. Kami ingin bisa berkata bahwa kami telah melakukan segala cara untuk mengalahkan Argentina,” kata Xhaka.
Pemain Sunderland tersebut memiliki pengalaman panjang bersama tim nasional Swiss. Ia telah mencatatkan 151 penampilan dengan kontribusi 18 gol dan 14 assist. Pengalaman itu membuatnya menjadi salah satu pemimpin penting dalam skuad Swiss.
Sementara itu, Argentina juga menghadapi perjalanan yang tidak sepenuhnya mudah menuju perempat final. Meskipun tampil sempurna pada fase grup, tim asuhan Lionel Scaloni harus bekerja keras pada babak gugur.
Argentina mendapat perlawanan ketat dari Tanjung Verde hingga babak tambahan waktu. Setelah itu, La Albiceleste juga harus bangkit ketika menghadapi Mesir yang sempat memberikan tekanan besar sebelum akhirnya Argentina membalikkan keadaan.
Murat Yakin Yakin Kerja Sama Tim Jadi Kunci Melawan Argentina
Pelatih Swiss Murat Yakin menilai kunci untuk menghadapi Argentina bukan hanya menghentikan satu pemain, tetapi bagaimana timnya mampu bermain disiplin sepanjang pertandingan.
Menurut Yakin, Swiss harus menjaga organisasi permainan, terutama dalam bertahan, sekaligus memanfaatkan peluang melalui serangan balik. Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi yang kemungkinan diterapkan untuk menghadapi kualitas individu Argentina.
“Hanya ada satu cara untuk mengalahkan Argentina dan Messi, yaitu bermain sebagai sebuah tim,” kata Yakin.
Swiss diperkirakan akan mengandalkan pertahanan rapat dan transisi cepat untuk menghadapi Argentina yang memiliki banyak pemain kreatif. Mereka perlu menjaga konsentrasi karena Argentina dikenal mampu mengubah jalannya pertandingan melalui momen kecil.
Laga perempat final ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi Swiss untuk menguji kemampuan melawan juara bertahan, tetapi juga menjadi peluang mencatat sejarah baru. Jika berhasil menang, Xhaka dan rekan-rekannya akan membawa Swiss ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Bagi Messi, pertandingan tersebut juga menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan kejayaan Argentina di panggung dunia. Sementara bagi Xhaka dan Swiss, duel ini menjadi kesempatan membuktikan bahwa kerja sama tim mampu menghadapi salah satu kekuatan terbesar dalam sepak bola modern.
baca juga: Argentina vs Swiss: Messi dan usaha Nati incar kelemahan Albiceleste




Leave a Reply