Pangkalpinang Jadikan Destar Point sebagai Pusat Kuliner Durian untuk Dorong Wisata dan Ekonomi
Pemerintah Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menetapkan kawasan Destar Point sebagai pusat kuliner durian. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat.
Wali Kota Pangkalpinang Saparudin mengatakan Destar Point dipilih sebagai destinasi utama wisata kuliner durian karena memiliki lokasi yang strategis di kawasan terpadu milik pemerintah kota di Jalan Soekarno Hatta. Kawasan tersebut diharapkan menjadi sentra pemasaran berbagai jenis durian lokal yang berasal dari sejumlah wilayah penghasil di Pulau Bangka.
Destar Point Diproyeksikan Menjadi Sentra Durian Lokal
Menurut Saparudin, durian yang dipasarkan di Destar Point berasal dari berbagai sentra produksi di Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, dan Bangka Selatan. Langkah ini diharapkan dapat mempertemukan petani dengan konsumen secara lebih luas sehingga nilai jual hasil perkebunan meningkat.
Ia menilai Pangkalpinang memiliki posisi yang tepat untuk menjadi pusat pemasaran durian lokal di Kepulauan Bangka Belitung. Beragam varietas unggulan seperti durian Cumasi, durian Tembaga, dan sejumlah jenis lokal lainnya memiliki karakter rasa yang khas dan berpotensi menjadi daya tarik wisata kuliner.
“Pangkalpinang sudah saatnya menjadi pusat pemasaran durian lokal di Bangka Belitung, karena banyak varietas yang memiliki cita rasa luar biasa,” ujar Saparudin di Pangkalpinang, Senin.
Pemerintah kota juga ingin menghadirkan pilihan destinasi wisata baru selain Alun-Alun Taman Merdeka, Bukit Dealova, Wihelmina Park, dan Taman Sari. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak alternatif untuk menikmati kuliner khas daerah saat berkunjung ke Pangkalpinang.
baca juga: Babel gelar kontes durian lokal guna angkat ke tingkat nasional
Bazar Musiman untuk Mempromosikan Durian Khas Bangka
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar bazar durian Cumasi dan berbagai durian lokal lainnya di Destar Point mulai 5 hingga 12 Juli. Kegiatan tersebut akan menjadi agenda yang diupayakan berlangsung setiap musim panen durian.
Saparudin menegaskan pemerintah akan memastikan bazar durian rutin digelar agar masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati hasil perkebunan lokal secara langsung. Selain meningkatkan penjualan petani, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, dan jasa di sekitar kawasan.
Promosi durian lokal tidak hanya menyasar pasar regional. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga ingin memperkenalkan kekayaan varietas durian Bangka Belitung ke tingkat nasional bahkan internasional. Menurutnya, kualitas durian lokal mampu bersaing dengan produk dari negara lain yang selama ini lebih dikenal masyarakat.
“Kami ingin masyarakat semakin mengenal durian Cumasi dan varietas lokal lainnya. Jangan sampai masyarakat lebih mengenal durian dari luar negeri dibandingkan durian daerah sendiri yang memiliki cita rasa tidak kalah unggul,” katanya.
Penguatan UMKM dan Petani Menjadi Sasaran Utama
Pengembangan Destar Point tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rantai ekonomi lokal. Kehadiran pusat kuliner durian diharapkan memberikan akses pasar yang lebih luas bagi petani, pedagang, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengolah produk berbahan dasar durian.
Selain menjual buah segar, kawasan ini berpotensi menjadi tempat pemasaran berbagai produk olahan seperti lempok durian, dodol durian, pancake durian, es krim durian, hingga aneka minuman dan kudapan berbahan baku durian. Diversifikasi produk tersebut dapat meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus memperluas peluang usaha masyarakat.
Keberadaan pusat kuliner yang terintegrasi juga diyakini mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas perdagangan akan mendorong meningkatnya permintaan jasa transportasi, perhotelan, restoran, serta sektor ekonomi kreatif lainnya yang berkaitan dengan industri pariwisata.
Potensi Durian Lokal Bangka Belitung Terus Dikembangkan
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal memiliki sejumlah varietas durian lokal yang tumbuh di berbagai daerah. Masing-masing jenis memiliki karakteristik rasa, aroma, tekstur, dan warna daging buah yang berbeda sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta durian.
Varietas seperti Cumasi dan Tembaga merupakan sebagian dari durian lokal yang mulai dikenal masyarakat karena memiliki cita rasa manis, legit, dan daging buah yang tebal. Pemerintah daerah berharap promosi yang lebih intensif mampu meningkatkan popularitas varietas tersebut di pasar nasional.
Upaya memperkenalkan identitas durian lokal juga dinilai penting untuk memperkuat branding daerah. Sejumlah wilayah di Indonesia telah berhasil mengembangkan festival buah sebagai agenda tahunan yang mampu menarik wisatawan dalam jumlah besar. Pangkalpinang ingin memanfaatkan potensi serupa melalui pengembangan Destar Point.
Destinasi Wisata Baru yang Berkelanjutan
Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen menjadikan Destar Point sebagai destinasi wisata yang aktif sepanjang musim panen durian. Berbagai kegiatan pendukung seperti bazar, festival kuliner, hiburan rakyat, hingga promosi produk UMKM dapat menjadi agenda rutin yang menarik minat masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, komunitas kuliner, dan sektor swasta juga dinilai penting agar kawasan tersebut berkembang secara berkelanjutan. Dukungan promosi melalui media digital serta penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif akan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya tarik wisata.
Dengan menjadikan Destar Point sebagai pusat kuliner durian, Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap mampu menghadirkan ikon wisata baru yang tidak hanya memperkenalkan kekayaan durian lokal Bangka Belitung, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, kawasan ini berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata kuliner unggulan yang memperkuat citra Pangkalpinang sebagai gerbang pemasaran durian lokal di Indonesia.
baca juga: Setelah Matcha, Ube Jadi Tren Kuliner Baru yang Bikin Keranjingan




Leave a Reply