lolstatistics – Selama ini, banyak orang menganggap makan sayuran mentah lebih sehat karena dianggap alami dan bebas dari kehilangan nutrisi akibat panas. Namun, pandangan tersebut tidak selalu benar. Menurut ahli gizi Deborah Murphy, M.S., RDN, dalam artikel EatingWell, beberapa jenis sayuran justru memberikan manfaat gizi lebih besar setelah dimasak terlebih dahulu.
Proses pemanasan membantu memecah dinding sel sayuran, sehingga vitamin, mineral, dan antioksidan lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, memasak dapat menurunkan kadar senyawa penghambat penyerapan nutrisi, seperti oksalat dan fitat. Akibatnya, tubuh bisa menyerap zat gizi penting dengan lebih efisien.
Sebagai contoh, wortel yang dimasak memiliki kadar beta-karoten yang jauh lebih tinggi dibanding saat mentah. Penelitian menunjukkan bahwa penyerapan beta-karoten meningkat dari 11 persen menjadi 75 persen setelah ditumis. Beta-karoten berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, sistem imun, dan kulit.
Sementara itu, tomat yang dipanaskan mengalami peningkatan kadar likopen, yaitu antioksidan kuat yang terbukti membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Produk olahan seperti saus, pasta, atau tomat panggang justru memiliki kandungan likopen lebih tinggi dibanding tomat segar.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk menyeimbangkan konsumsi sayuran mentah dan matang sesuai kebutuhan tubuh. Memasak sayuran dengan cara dikukus, ditumis ringan, atau dipanggang dapat menjadi pilihan terbaik agar nutrisi tetap terjaga. Ke depan, pemahaman tentang cara mengolah sayuran secara tepat diharapkan membantu masyarakat memperoleh manfaat gizi yang optimal tanpa kehilangan rasa dan kesegaran alami.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“
Sayuran yang Kandungan Nutrisinya Meningkat Setelah Dimasak
Tidak semua sayuran memberikan manfaat maksimal saat dimakan mentah. Menurut ahli gizi Deborah Murphy, M.S., RDN, dalam EatingWell, proses pemasakan dapat mengubah struktur kimia sayuran dan meningkatkan penyerapan nutrisi tertentu. Pemanasan membantu mengurai dinding sel tanaman sehingga vitamin, mineral, dan antioksidan lebih mudah dilepaskan ke dalam tubuh.
Sayuran berdaun gelap seperti bayam, kale, dan pakcoy merupakan contoh yang lebih bergizi setelah dimasak. Ketiganya mengandung oksalat, senyawa alami yang dapat mengikat mineral penting seperti kalsium dan zat besi. Dengan mengukus atau menumis sebentar, kadar oksalat menurun dan tubuh bisa menyerap mineral tersebut lebih efisien.
Selain itu, bawang juga termasuk sayuran yang lebih sehat setelah dimasak. Meski bawang mentah sering digunakan dalam salad, proses pemanasan meningkatkan kadar quercetin, senyawa anti-inflamasi yang membantu melawan peradangan dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun, perebusan terlalu lama sebaiknya dihindari karena sebagian zat gizi mudah larut dalam air.
Kemudian, terong menjadi lebih bermanfaat saat dimasak. Pemasakan membuat teksturnya lembut, mengurangi rasa pahit, dan meningkatkan bioavailabilitas antioksidan. Meski demikian, terong cenderung menyerap banyak minyak, sehingga metode memasak terbaik adalah memanggang atau menumis ringan dengan sedikit minyak zaitun.
Para ahli menegaskan pentingnya variasi dalam pola makan. Tidak semua sayuran harus dimakan mentah, dan tidak semuanya harus dimasak. Kombinasi keduanya membantu tubuh memperoleh spektrum nutrisi yang lebih seimbang. Ke depan, pemahaman tentang cara memasak yang tepat diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengolahan makanan yang cerdas dan bergizi.
Baca Juga: “OpenAI Luncurkan Fitur diSora Video AI dengan Hewan Peliharaan“




Leave a Reply