- lolstatistics – Pakistan akan mengratiskan transportasi umum di wilayah ibu kota selama satu bulan. Kebijakan ini merupakan respons atas kenaikan harga BBM akibat konflik di Timur Tengah. “Semua transportasi umum di Islamabad akan digratiskan untuk masyarakat selama 30 hari ke depan, mulai besok,” kata Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi, Sabtu (4/4/2026). Kementeriannya akan menanggung biaya 350 juta rupee Pakistan atau sekitar Rp21,3 miliar untuk program tersebut.
Sebelumnya, Pakistan menaikkan harga BBM secara signifikan pada Kamis. Harga bensin per liter naik dari 321,17 rupee (sekitar Rp19.600) menjadi 458,4 rupee (sekitar Rp28.000). Harga solar melonjak dari 335,86 rupee (sekitar Rp20.500) menjadi 520,35 rupee (sekitar Rp31.700). Kenaikan ini terjadi di tengah gangguan pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz akibat perang antara AS-Israel dan Iran. Sekitar 20 juta barel minyak melewati selat itu setiap hari.
Gangguan pasokan telah mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi. Kondisi ini memicu kekhawatiran ekonomi global di berbagai negara, termasuk Pakistan. Program transportasi gratis ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak lonjakan harga energi.
Dampak Konflik di Negara Lain
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Nepal menyatakan 21 pekerja migran Nepal di Timur Tengah terluka sejak perang dimulai. Satu orang tewas akibat serangan drone Iran dan 11 lainnya ditangkap dengan tuduhan menyebarkan informasi yang salah, kata juru bicara kementerian.
Media publik Thai PBS melaporkan penemuan sisa jasad manusia di kapal Thailand yang diserang di Selat Hormuz bulan lalu. Pencarian kedua menemukan sisa jasad tersebut. Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan sisa jasad akan dikirim untuk identifikasi forensik. Kapal Mayuree Naree diserang saat berlayar di perairan dekat Oman pada 11 Maret. Tiga awak kapal masih hilang hingga saat ini.
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan terus menimbulkan korban jiwa dan gangguan ekonomi global. Pakistan mengambil langkah pragmatis dengan transportasi gratis untuk melindungi warganya dari tekanan inflasi. Negara-negara lain terus berupaya mengevakuasi warganya dan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
“Baca Juga : BYD Dorong Ekspansi Global dengan Strategi Menguntungkan“
26 Warga Asia Tewas atau Hilang Akibat Konflik Timur Tengah, Tiga WNI Masih Hilang di Perairan
Konflik Timur Tengah yang berkepanjangan telah menelan korban jiwa dari berbagai negara Asia. Menurut laporan Anadolu, sedikitnya 26 orang dari negara-negara Asia tewas atau masih hilang sejak perang dimulai. Data ini mencakup warga dari India, Bangladesh, Pakistan, China, Nepal, Filipina, Indonesia, dan Thailand.
Data Korban Warga Asia
Berikut rincian korban berdasarkan negara:
- India: 9 orang (1 hilang)
- Bangladesh: 4 orang
- Pakistan: 4 orang
- China: 1 orang
- Nepal: 1 orang
- Filipina: 1 orang
- Indonesia: 3 orang (masih hilang di perairan sekitar Timur Tengah)
- Thailand: 3 orang (masih hilang)
Kapal Mayuree Naree asal Thailand diserang di perairan dekat Oman pada 11 Maret. Tiga awak kapal masih hilang hingga saat ini. Sisa jasad manusia yang ditemukan dalam pencarian kedua akan dikirim untuk identifikasi forensik.
Dampak Krisis Energi di Asia Tenggara
Di Indonesia, pemerintah sebelumnya meminta aparatur sipil negara bekerja dari rumah (WFH) di tengah krisis energi. Kebijakan ini sebagai respons terhadap lonjakan harga BBM akibat gangguan pasokan di Selat Hormuz.
Di Malaysia, langkah serupa juga diterapkan. Pegawai negeri yang tinggal lebih dari 8 kilometer dari kantor akan bekerja dari rumah tiga hari dalam sepekan mulai 15 April, menurut laporan Free Malaysia Today. Kebijakan ini bertujuan mengurangi konsumsi BBM di tengah ketidakpastian pasokan energi global.
Situasi Terkini dan Dampak Global
Pakistan sebelumnya mengumumkan transportasi umum gratis di Islamabad selama sebulan untuk meringankan beban masyarakat akibat kenaikan harga BBM. Harga bensin di Pakistan naik dari Rp19.600 menjadi Rp28.000 per liter, sementara solar naik dari Rp20.500 menjadi Rp31.700 per liter.
Gangguan pasokan minyak dan gas melalui Selat Hormuz—yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak setiap hari—telah mendorong kenaikan harga energi global. Biaya pengiriman dan asuransi juga ikut melonjak, memicu kekhawatiran ekonomi di berbagai negara, terutama di kawasan Asia yang bergantung pada impor energi.
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan konflik dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang masih hilang. Upaya pencarian dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh otoritas setempat dengan dukungan internasional.
“Baca Juga : Kemkomdigi Panggil Kedua Meta dan Google“




Leave a Reply