lolstatistics – Pemerintah Rusia resmi mengumumkan pembentukan Pasukan Sistem Nirawak (Unmanned Systems Forces) sebagai cabang baru dalam angkatan bersenjata. Keputusan ini menandai langkah strategis Rusia dalam memperkuat kapabilitas militer berbasis teknologi tanpa awak. Langkah tersebut juga mempertegas ambisi Moskow untuk menjadi pemimpin dalam peperangan berbasis drone di tingkat global.
Pasukan baru ini akan berfokus pada pengembangan, pengoperasian, dan koordinasi sistem nirawak di medan tempur. Wakil Kepala Pasukan Sistem Nirawak, Sergey Ishtuganov, menyatakan bahwa struktur organisasi telah ditetapkan dan pimpinan utama sudah ditunjuk. Meski begitu, rincian komposisi pasukan dan jumlah unit belum diungkap secara publik.
Ia menambahkan, operasi tempur unit tersebut dijalankan secara terpadu dan terkoordinasi dengan pasukan reguler lainnya. Para personel saat ini tengah menjalani pelatihan di lembaga pendidikan militer serta universitas yang bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
Rusia juga tengah menyiapkan pendirian lembaga pendidikan tinggi militer khusus untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang sistem nirawak. Langkah ini menunjukkan keseriusan Moskow dalam menciptakan ekosistem militer modern berbasis kecerdasan buatan dan otomasi.
Pembentukan pasukan ini dipandang sebagai respons terhadap tren global yang menempatkan teknologi drone sebagai elemen utama dalam perang masa depan. Dengan inisiatif ini, Rusia berupaya memperkuat posisi strategisnya di tengah persaingan teknologi pertahanan antara kekuatan besar dunia.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“
Putin Tegaskan Pembentukan Pasukan Drone, Rusia Susul Langkah Militer Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan rencana pembentukan Pasukan Sistem Nirawak sebagai cabang baru dalam struktur militer nasional. Dalam pertemuan di Moskow pada Juni lalu, Putin menyampaikan bahwa pasukan ini akan menjadi elemen penting dalam modernisasi pertahanan Rusia di era perang berbasis teknologi.
Menurut Putin, pengembangan pasukan drone merupakan respons terhadap perubahan karakter peperangan modern. Ia menilai bahwa sistem nirawak kini memainkan peran krusial dalam menentukan keunggulan di medan tempur. “Kami sedang membentuk pasukan sistem nirawak sebagai cabang yang terpisah dari angkatan bersenjata,” ujar Putin dalam pernyataannya di Kremlin.
Drone telah menjadi alat strategis utama dalam konflik Rusia-Ukraina, terutama dalam misi pengintaian dan serangan presisi. Penggunaan pesawat tanpa awak telah mengubah dinamika perang, memungkinkan operasi yang lebih efisien dengan risiko personel yang lebih rendah. Namun, konflik di Ukraina masih berlanjut tanpa tanda penyelesaian, meskipun Presiden AS Donald Trump berupaya memediasi perdamaian.
Sementara itu, Ukraina lebih dulu membentuk Pasukan Sistem Nirawak pada Juni 2024, menjadikannya negara pertama yang memiliki unit militer khusus drone. Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Kyiv dalam mengoptimalkan teknologi nirawak untuk mempertahankan wilayah dan memperkuat pertahanan udara.
Pembentukan pasukan serupa oleh Rusia menunjukkan peningkatan eskalasi teknologi dalam rivalitas kedua negara. Analis pertahanan memperkirakan bahwa era baru peperangan berbasis drone akan mempercepat perlombaan senjata global, memicu inovasi sekaligus tantangan baru dalam regulasi dan etika perang modern.
Baca Juga: “OpenAI Luncurkan Fitur diSora Video AI dengan Hewan Peliharaan“




Leave a Reply