Lol Statistics –Prabowo Pimpin Ratas Minta Pupuk Berkualitas Optimalisasi DHE Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis pagi. Ia memberi arahan strategis terkait pertanian, ekonomi, perbankan, dan pendidikan. Fokus utama rapat adalah peningkatan produksi pupuk berkualitas dan optimalisasi Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Dalam bidang pertanian, Presiden Prabowo menugaskan Menteri Pertanian untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa program ini merupakan strategi penting menuju swasembada pangan.
“Presiden ingin memastikan pupuk berkualitas tinggi tersedia bagi petani untuk memperkuat ketahanan pangan,” kata Teddy melalui akun resmi Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain pertanian, Presiden Prabowo memberikan arahan terkait DHE. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor untuk mendorong stabilitas ekonomi dan memperkuat cadangan devisa negara. Arahan ini sejalan dengan evaluasi peraturan pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025, yang mewajibkan eksportir menyimpan dana DHE SDA di bank domestik sejak 1 Maret 2025.
Rapat terbatas dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi Rosan Roeslani, dan Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto. Selain itu, hadir juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
Langkah-langkah yang diarahkan Presiden Prabowo mencerminkan prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi. Peningkatan produksi pupuk dan optimalisasi DHE diproyeksikan mendorong pertumbuhan sektor pertanian serta memperkuat cadangan devisa nasional.
Prabowo Pimpin Ratas Minta Pupuk Berkualitas Optimalisasi DHE Presiden Prabowo Minta Pupuk Berkualitas dan Optimalisasi Devisa Hasil Ekspor
Presiden RI Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis, dan memberikan arahan strategis. Fokus utama rapat mencakup bidang pertanian, ekonomi, perbankan, dan pendidikan.
Di bidang pertanian, Presiden menugaskan Menteri Pertanian untuk segera memproduksi pupuk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Tujuannya meningkatkan produktivitas petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Presiden ingin mendorong produktivitas petani serta memastikan ketersediaan pangan yang aman bagi rakyat,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet.
Selain itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) untuk memperkuat cadangan devisa dan stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini menegaskan arahan pemerintah terkait pengelolaan dana devisa hasil ekspor sumber daya alam, yang diwajibkan disimpan di bank-bank dalam negeri sejak 1 Maret 2025 berdasarkan PP Nomor 8 Tahun 2025.
Rapat terbatas ini dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Hadir juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo untuk mencapai swasembada pangan serta mengoptimalkan penerimaan devisa. Ke depan, kebijakan pupuk berkualitas dan pengelolaan DHE diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan nasional.




Leave a Reply