lolstatistics – PM Australia Bela Dubes, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, secara tegas membela duta besarnya untuk Amerika Serikat, Kevin Rudd, setelah Donald Trump menyatakan ketidaksukaannya terhadap diplomat itu. Pernyataan Trump memicu perhatian luas karena Rudd adalah mantan perdana menteri Australia yang kini menjabat sebagai duta besar di Washington.
Kejadian bermula saat pertemuan resmi di Gedung Putih pada Senin (20/10/2025). Wartawan menanyakan pendapat Trump mengenai Rudd, yang pernah mengkritik Trump melalui cuitan-cuitan sebelumnya. Beberapa tahun lalu, Rudd menulis komentar yang menyebut Trump sebagai “presiden paling destruktif dalam sejarah” dan “pengkhianat bagi Barat”. Cuitan tersebut kini telah dihapus, tetapi pengaruhnya tetap memicu reaksi media internasional.
Menanggapi pertanyaan itu, Trump secara langsung berkata, “Saya juga tidak suka kamu,” diiringi tawa semua peserta pertemuan. Tidak lama kemudian, Trump menoleh kepada Rudd dan menambahkan, “semuanya sudah dimaafkan.” Albanese menilai insiden itu sebagai lelucon ringan dan menolak seruan oposisi untuk mencopot Rudd dari jabatannya.
Pemimpin oposisi, Sussan Ley, menyatakan ucapan Trump merusak posisi Rudd sebagai duta besar dan menyerukan agar ia diberhentikan. Albanese menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap Rudd, menekankan pentingnya stabilitas diplomatik dan hubungan Australia-AS. Albanese juga menekankan pengalaman Rudd sebagai pemimpin nasional dan diplomat veteran yang memahami seluk-beluk hubungan bilateral.
Kejadian ini menyoroti tantangan diplomasi ketika pernyataan pribadi pejabat asing dapat mempengaruhi citra dan posisi diplomatik. Dengan dukungan Albanese, Rudd dipastikan tetap menjabat sebagai duta besar, memperkuat hubungan strategis antara Australia dan Amerika Serikat di tengah dinamika politik internasional.
Baca Juga: “Hujan Mengandung Mikroplastik, Pemerintah Lakukan Kajian BRIN“
PM Australia Bela Dubes Puji Kerja Keras Dubes Kevin Rudd di AS
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memberikan pujian terbuka kepada duta besarnya untuk Amerika Serikat, Kevin Rudd. Pernyataan ini disampaikan dalam acara “Friends of Australia” di Washington. Acara ini dihadiri anggota politik dari Partai Republik dan Demokrat.
Albanese menekankan bahwa Rudd bekerja keras di Capitol Hill. Ia memiliki jaringan luas di pemerintahan Amerika Serikat. Albanese berkata, “Kalau ada duta besar lain yang bekerja lebih keras di Capitol Hill, tolong beritahu saya, karena Rudd bekerja mati-matian dan tampaknya ia mengenal semua orang.” Pernyataan ini menegaskan posisi Rudd sebagai diplomat yang efektif dan dihormati di AS.
Dukungan terhadap Rudd juga datang dari anggota Kongres Republik, Michael McCaul. Ia bercanda bahwa ia senang Rudd masih “memiliki pekerjaan tetap.” Ia menambahkan bahwa Rudd hadir dalam setiap pembicaraan terkait Aukus. Kesepakatan ini melibatkan kapal selam senilai miliaran dolar antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Albanese menyoroti keberhasilan kunjungannya ke Amerika Serikat selama dua hari. Termasuk di dalamnya penandatanganan kesepakatan mineral langka senilai USD 8,5 miliar. Ia menyatakan, “Saya berterima kasih kepada Anda hari ini, secara terbuka — karena keberhasilan kunjungan ini adalah berkat kerja keras Anda.” Pernyataan ini disampaikan di acara peringatan 140 tahun perusahaan tambang raksasa BHP.
Rudd pernah memimpin Australia antara 2007–2010 dan kembali menjabat pada 2013. Ia diangkat sebagai duta besar untuk AS pada 2023 dengan masa jabatan empat tahun. Keberadaan Rudd penting untuk menjaga stabilitas hubungan strategis Australia-AS. Ia juga membantu dalam negosiasi pertahanan dan investasi mineral.
Penghargaan Albanese menegaskan kepercayaan penuh pemerintah Australia terhadap kemampuan Rudd. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Australia dalam kerja sama internasional yang krusial.
Baca Juga: “Perampok Museum Louvre Gagal Curi Berlian Terkutuk Antoinette“




Leave a Reply