Maduro Serukan Persatuan Nasional Usai Gempa Besar Venezuela Tewaskan Warga
Presiden Venezuela Nicolás Maduro menyerukan persatuan nasional dan solidaritas warga setelah gempa bumi kuat mengguncang sejumlah wilayah di Venezuela pada Rabu. Seruan itu disampaikan di tengah laporan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan status darurat nasional yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga “Gempa Venezuela, Maduro Sampaikan Pesan Solidaritas dari Penjara AS“
Maduro, yang dalam pernyataan resminya disebut berada di Amerika Serikat, meminta masyarakat tetap tenang dan saling membantu dalam menghadapi dampak bencana. Ia menekankan pentingnya kebersamaan untuk mempercepat proses pemulihan pascagempa.
Gempa Bermagnitudo 7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa besar berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela. Pusat gempa tercatat berada di dekat kota Moron dan San Felipe, masing-masing berjarak 16 kilometer dan 24 kilometer dari pusat kota.
Guncangan kuat tersebut dirasakan luas dan memicu kepanikan di berbagai daerah. Setelah gempa utama, USGS juga mencatat lebih dari 20 gempa susulan yang memperburuk kondisi di wilayah terdampak.
Sejumlah laporan awal menyebutkan kerusakan bangunan terjadi di berbagai titik, termasuk di ibu kota Caracas dan beberapa negara bagian lain.
Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur Dilaporkan
Pemerintah Venezuela mengonfirmasi sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka akibat runtuhnya bangunan tempat tinggal di Caracas. Korban tewas termasuk seorang anak-anak yang dievakuasi dari reruntuhan.
Seorang sumber yang dikutip RIA Novosti menyebutkan seluruh jenazah korban telah berhasil ditemukan dari puing bangunan. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang terdampak parah.
Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur juga terjadi di berbagai wilayah, termasuk gedung-gedung di Caracas serta daerah Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcón.
Pemerintah Tetapkan Status Darurat Nasional
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan status darurat nasional setelah gempa besar tersebut. Ia menyebut keputusan itu diambil sesuai ketentuan konstitusi untuk mempercepat penanganan bencana.
Rodríguez juga mengonfirmasi bahwa Bandara Internasional Maiquetía ditutup sementara akibat kerusakan yang terjadi. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan dan proses evakuasi.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang memprioritaskan penyelamatan warga, pemulihan infrastruktur vital, serta distribusi bantuan ke wilayah terdampak paling parah.
Negara Sahabat dan Lembaga Internasional Tawarkan Bantuan
Pemerintah Venezuela melaporkan adanya respons cepat dari berbagai negara setelah gempa terjadi. Sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Panama, Qatar, Kuba, Nikaragua, Turki, Yordania, Kolombia, Barbados, Inggris, Brasil, dan Meksiko menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan.
Selain itu, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah lembaga keuangan internasional juga menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan dukungan dalam penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Rodríguez menyampaikan apresiasi atas solidaritas internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama global menjadi penting untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Seruan Persatuan untuk Percepatan Pemulihan Nasional
Dalam pernyataannya di platform X, Maduro menekankan bahwa Venezuela harus menghadapi bencana ini dengan persatuan dan ketenangan. Ia meminta masyarakat untuk saling membantu, melindungi, dan memperkuat solidaritas sosial.
“Venezuela telah melewati berbagai ujian besar dan akan bangkit kembali dengan lebih kuat melalui iman, disiplin, dan solidaritas,” demikian isi pernyataannya.
Pemerintah Venezuela kini fokus pada penanganan darurat, evakuasi korban, dan pendataan kerusakan. Ke depan, proses rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan sosial diperkirakan menjadi tantangan besar yang membutuhkan dukungan nasional dan internasional.
Baca Juga “Kanselir Jerman Merz tolak seruan oposisi untuk undurkan diri“




Leave a Reply