Badan PBB Perkirakan Gempa Venezuela Berdampak pada 6,76 Juta Penduduk
IOM Tingkatkan Bantuan Darurat Setelah Gempa Berkekuatan hingga Magnitudo 7,5 Guncang Venezuela
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memperkirakan dampak gempa besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 dapat dirasakan hingga 6,76 juta penduduk. Proyeksi awal tersebut menunjukkan bencana ini berpotensi menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar yang dihadapi negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga “Hizbullah Tolak Kesepakatan Lebanon-Israel yang Dimediasi AS“
Dalam pembaruan informasi yang dirilis Sabtu, IOM menyebut sekitar dua juta orang diperkirakan terdampak di Caracas, ibu kota Venezuela. Angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses penilaian kerusakan yang terus berlangsung.
Lembaga tersebut menilai skala dampak kemanusiaan terus berkembang sehingga diperlukan respons cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Citra Satelit Tunjukkan Kerusakan Bangunan yang Signifikan
Analisis awal berdasarkan citra satelit memperlihatkan sekitar 31,5 persen bangunan di wilayah Catia La Mar mengalami kerusakan akibat gempa. Temuan tersebut memberikan gambaran awal mengenai luasnya kerusakan infrastruktur di sejumlah kawasan terdampak.
IOM menegaskan penilaian lapangan masih terus dilakukan bersama pemerintah Venezuela dan berbagai organisasi kemanusiaan. Data yang lebih lengkap akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan bantuan pada tahap berikutnya.
Direktur Jenderal IOM Amy Pope mengatakan masa-masa awal setelah bencana merupakan periode yang paling menentukan dalam upaya penyelamatan korban dan pemulihan kondisi masyarakat.
Menurutnya, keputusan yang diambil pada jam-jam pertama akan memengaruhi efektivitas seluruh proses penanganan darurat dan rehabilitasi pascabencana.
Bantuan Darurat Mulai Didistribusikan
IOM menyatakan telah meningkatkan respons kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan darurat yang sebelumnya diposisikan di Caracas. Bantuan tersebut meliputi penyediaan tempat penampungan sementara, kebutuhan pokok, serta layanan perlindungan bagi masyarakat terdampak.
Organisasi tersebut juga memperkirakan jumlah warga yang mengungsi akan terus bertambah karena banyak penduduk mencari lokasi yang lebih aman setelah gempa mengguncang wilayah mereka.
Menurut Amy Pope, percepatan distribusi bantuan sangat penting untuk menyelamatkan jiwa sekaligus membantu masyarakat menghadapi masa pemulihan yang diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang.
Selain bekerja sama dengan pemerintah Venezuela, IOM juga berkoordinasi dengan badan-badan PBB lainnya serta berbagai organisasi kemanusiaan guna memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.
Dua Gempa Besar Terjadi dalam Selang Kurang dari Satu Menit
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan Venezuela diguncang dua gempa bumi besar pada 24 Juni 2026 dengan selang waktu sekitar 39 detik.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi di sekitar 23,9 kilometer timur laut San Felipe, Negara Bagian Yaracuy. Beberapa detik kemudian, gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang wilayah sekitar 23 kilometer tenggara Yumare yang juga berada di negara bagian yang sama.
Gempa berkekuatan di atas magnitudo 7 umumnya berpotensi menyebabkan kerusakan berat pada bangunan, memicu gangguan layanan publik, serta meningkatkan kebutuhan bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar, terutama di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Penanganan Cepat Menjadi Kunci Pemulihan
Respons cepat menjadi faktor utama dalam mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat. Penyaluran bantuan, penyediaan tempat pengungsian, pemulihan layanan dasar, serta pendataan korban menjadi prioritas pada fase awal tanggap darurat.
IOM menegaskan akan terus mendukung pemerintah Venezuela dalam proses penanganan bencana melalui koordinasi lintas lembaga dan distribusi bantuan kemanusiaan. Sementara itu, proses asesmen kerusakan masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara tepat dan efektif selama masa pemulihan.
Baca Juga “Kampus Indonesia-China perluas beasiswa dan pertukaran mahasiswa“




Leave a Reply