Pelindo Catat Kenaikan Arus Peti Kemas Berkat Ekspansi Layanan Pelayaran
Pembukaan rute baru dan extra call dorong pertumbuhan peti kemas
PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat peningkatan arus peti kemas nasional seiring dengan ekspansi layanan pelayaran, pembukaan rute baru, serta penambahan kunjungan kapal atau extra call. Strategi tersebut memperkuat konektivitas pelabuhan dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra menyampaikan, total throughput arus peti kemas mencapai 6,63 juta TEUs. Angka tersebut tumbuh 5,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan terjadi baik pada peti kemas domestik maupun internasional,” ujar Widyaswendra dalam keterangan di Surabaya, Jawa Timur.
baca juga: Hari Mangrove Sedunia, 2.500 Bibit Ditanam di Pulau Pramuka
Pertumbuhan tersebut mencakup berbagai segmen layanan. Arus peti kemas internasional tercatat mencapai 2,27 juta TEUs atau meningkat 9,13 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik mencapai 4,36 juta TEUs atau tumbuh 3,72 persen.
Aktivitas perdagangan dan konektivitas pelabuhan menopang pertumbuhan
Dari sektor perdagangan internasional, aktivitas impor dan ekspor turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan arus peti kemas. Volume impor tercatat mencapai 1,11 juta TEUs atau naik 11,67 persen.
Sementara itu, arus ekspor mencapai 1,13 juta TEUs dengan pertumbuhan sebesar 6,7 persen. Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan Indonesia masih memiliki daya tahan di tengah tekanan ekonomi global.
Menurut Widyaswendra, peningkatan arus peti kemas tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan perdagangan. Faktor lain yang berperan adalah pembukaan layanan pelayaran baru, peningkatan frekuensi kunjungan kapal, serta pengembangan direct call internasional di wilayah Indonesia Timur.
Pelindo juga melihat kebutuhan logistik untuk mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) menjadi salah satu pendorong peningkatan aktivitas terminal peti kemas.
Selain memperluas jaringan layanan, perusahaan terus melakukan modernisasi terminal dan memperkuat konektivitas antar pelabuhan. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas rantai pasok sekaligus meningkatkan daya saing sektor logistik Indonesia.
Pertumbuhan peti kemas menjadi indikator ketahanan ekonomi
Wakil Ketua Umum Bidang Maritim dan Pelabuhan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Harry Sutanto menilai peningkatan arus peti kemas menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan ekonomi nasional.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global,” kata Harry.
Ia menjelaskan, meskipun pertumbuhan ekspor menghadapi sejumlah tantangan, peningkatan impor tetap memberikan dampak positif bagi industri. Hal itu karena sekitar 78 persen impor Indonesia berupa bahan baku dan mesin yang mendukung aktivitas manufaktur.
Peningkatan aktivitas perdagangan juga mendorong perusahaan pelayaran membuka layanan baru dan menambah kunjungan kapal di sejumlah pelabuhan. Salah satunya Pelabuhan Panjang di Bandarlampung, Lampung, yang mencatat kenaikan arus peti kemas sebesar 17,4 persen.
Perusahaan pelayaran tetap selektif membuka rute baru
Harry menyebut perusahaan pelayaran masih menerapkan prinsip kehati-hatian dalam membuka rute baru. Keputusan pembukaan layanan harus mempertimbangkan ketersediaan muatan agar operasional dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Perusahaan pelayaran sangat berhitung dalam membuka rute baru. Mereka harus memastikan muatannya tersedia dan berkelanjutan sebelum memutuskan membuka layanan secara rutin,” ujarnya.
Menurut dia, sektor pelayaran internasional masih menghadapi berbagai tantangan akibat kondisi geopolitik global. Perubahan jalur pelayaran akibat konflik internasional turut meningkatkan biaya transportasi laut.
Pada jalur Asia-Eropa, misalnya, perubahan rute pelayaran menyebabkan tarif angkutan laut atau freight mengalami kenaikan sekitar 30-70 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi pelaku industri logistik dalam menjaga efisiensi biaya distribusi.
Ke depan, peningkatan konektivitas pelabuhan, pengembangan layanan pelayaran, serta modernisasi fasilitas terminal menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan global. Pelindo menilai pertumbuhan arus peti kemas menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik nasional.
baca juga: Pelindo: Arus peti kemas naik 7 persen tanda ekonomi kuat




Leave a Reply