lolstatistics – Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta berdampak pada banyak awak mobil tangki (AMT). Marhara Gabetua, driver BBM berpengalaman, sempat berhenti bekerja sejak Agustus 2025 karena tidak ada BBM yang bisa dikirim. Situasi ini membuatnya gelisah menghadapi kebutuhan hidup dan tagihan keluarga.
Pria asal Tarutung, Medan, ini sebelumnya rutin mengirim BBM ke SPBU di wilayah Jabodetabek. Selama periode itu, Marhara merasa cemas karena pekerjaan yang biasa menghidupi keluarganya terhenti.
Meski sempat mengalami kesulitan, Marhara kini bersyukur kembali bekerja berkat program pemberdayaan Pertamina. Ia bertugas mengirim BBM ke SPBU Pertamina di Jabodetabek, memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi. “Saya senang bisa bekerja kembali dan membantu masyarakat. Bangga karena Pertamina mempercayakan saya,” ujarnya.
Selain Marhara, driver BBM lainnya, Nuramto, juga merasakan manfaat yang sama. Bapak empat anak ini sempat mengalami ketidakpastian karena kelangkaan minyak, tapi kini kembali mengirim BBM ke SPBU Pertamina. “Syukur Alhamdulillah, Pertamina mempercayakan saya lagi. Terima kasih,” katanya.
Data dari Pertamina menunjukkan distribusi BBM ke SPBU swasta sempat turun hingga 30% selama kelangkaan. Hal ini menimbulkan dampak signifikan pada penghasilan driver dan ketersediaan energi di beberapa wilayah.
Kini, dengan kembali aktifnya Marhara dan rekan-rekannya, distribusi BBM di Jabodetabek lebih stabil. Pekerjaan ini tidak hanya memberi penghasilan, tapi juga memberikan rasa bangga karena berperan langsung dalam memastikan pasokan energi nasional.
Dengan pemulihan pasokan BBM, Pertamina menegaskan komitmennya untuk memberdayakan pekerja logistik energi sekaligus menjaga keandalan distribusi di masa depan.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“
Proses Pengiriman BBM Marhara Gabetua, AMT Pertamina, dan Tantangan Kelangkaan SPBU
Para awak mobil tangki (AMT) mengalami tantangan besar akibat kelangkaan BBM di sejumlah SPBU swasta. Marhara Gabetua, salah satu AMT berpengalaman, menceritakan proses pengiriman yang harus dilalui setiap harinya untuk menjaga keselamatan dan kualitas layanan.
Sebelum berangkat, seorang AMT wajib memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima. Istirahat cukup dan kesiapan fisik menjadi syarat mutlak agar pengiriman BBM berjalan aman. “Supaya bisa melakukan pengiriman dengan aman, saya selalu pastikan tubuh dalam kondisi prima, beristirahat dengan cukup, dan tidak kelelahan.
Proses pengiriman BBM tidak hanya menuntut kesiapan fisik, tetapi juga ketelitian. AMT harus memastikan kendaraan tangki dalam kondisi optimal, memeriksa tekanan ban, sistem rem, dan keamanan muatan sebelum meninggalkan depot Pertamina. Keamanan pengiriman sangat penting karena BBM termasuk bahan berisiko tinggi.
Meski menghadapi kelangkaan BBM, semangat para AMT tetap tinggi. Mereka bersyukur bisa kembali bekerja berkat program pemberdayaan Pertamina. Aktivitas pengiriman ini tidak hanya memastikan pasokan energi ke SPBU tetap tersedia, tetapi juga menjaga stabilitas distribusi BBM di wilayah Jabodetabek.
Data Pertamina menunjukkan bahwa selama periode kelangkaan, volume distribusi ke SPBU swasta menurun hingga 30%, memengaruhi penghasilan banyak AMT. Kini, dengan pemulihan pasokan, pengiriman lebih lancar, dan para driver dapat bekerja secara konsisten.
Para AMT berharap pasokan BBM tetap stabil agar operasional SPBU lancar dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Pertamina menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan, kualitas layanan, dan pemberdayaan pekerja logistik energi nasional.
Baca Juga: “OpenAI Luncurkan Fitur diSora Video AI dengan Hewan Peliharaan“




Leave a Reply