Listrik di Manggarai NTT Hampir Pulih Pascagempa
KESDM Pastikan Kelistrikan di Manggarai Segera Normal
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudy Sufahriadi menyebut kondisi kelistrikan di sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), hampir sepenuhnya pulih.
Rudy menyampaikan perkembangan tersebut setelah Tim ESDM Siaga Bencana meninjau sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Manggarai pada Minggu. Menurut dia, pemulihan listrik menjadi salah satu perkembangan penting dalam mendukung aktivitas masyarakat selama masa tanggap darurat.
“Kalau masalah energi masyarakat, saya melihat listriknya sudah hampir nyala semua,” kata Rudy setelah meninjau Posko Dua ESDM Siaga Bencana di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu.
PLN Pulihkan Gardu Induk dan Jaringan Kelistrikan Flores
Perkembangan di Manggarai sejalan dengan pemulihan sistem kelistrikan di Pulau Flores. PLN sebelumnya melaporkan seluruh 11 gardu induk yang terdampak gempa telah kembali beroperasi 100 persen hingga Minggu (16/8).
Daya mampu pasok sistem kelistrikan Flores saat itu mencapai 111 megawatt (MW), sedangkan beban listrik berada di kisaran 95 MW. Kondisi tersebut menunjukkan kapasitas pembangkitan yang tersedia telah mencukupi kebutuhan beban pada sistem yang sudah kembali beroperasi.
baca juga: Naik 10%, Grand Slam AS Terbuka 2026 Tawarkan Hadiah Terbesar dalam Sejarah
Meski demikian, pemulihan jaringan distribusi belum sepenuhnya selesai. PLN masih mencatat 29 dari total 1.557 desa di Flores belum dapat dipulihkan karena keterbatasan akses dan sejumlah wilayah masih terisolasi.
Kondisi geografis dan akses menuju lokasi terdampak menjadi tantangan dalam mempercepat pemulihan. Karena itu, perbaikan jaringan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keamanan petugas serta kondisi infrastruktur di lapangan.
Kebutuhan Listrik Rumah Sakit Lapangan Jadi Prioritas
Selain memantau pemulihan listrik untuk masyarakat, Tim ESDM Siaga Bencana juga memperhatikan kebutuhan energi fasilitas kesehatan. Rudy menyebut terdapat rumah sakit di Ruteng yang akan dipindahkan ke fasilitas rumah sakit lapangan.
Menurut Rudy, kebutuhan listrik untuk rumah sakit lapangan tersebut telah dikoordinasikan dengan Direktur Utama PLN. Tindak lanjut teknis akan dilakukan oleh General Manager PLN yang bertugas di wilayah Ruteng.
“Itu listriknya sudah saya koordinasikan, tadi saya sudah coba komunikasi dengan Dirut PLN dan akan ditindaklanjuti oleh GM PLN yang ada di Ruteng ini,” ujar Rudy.
Ketersediaan listrik untuk fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam penanganan pascagempa. Pasokan listrik diperlukan untuk mendukung pelayanan medis, penerangan, peralatan kesehatan, serta kebutuhan operasional rumah sakit lapangan.
Pasokan BBM di Flores Tetap Berjalan
Pemulihan sektor energi tidak hanya mencakup listrik. Rudy juga memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah terdampak masih berjalan sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap dapat dipenuhi selama proses pemulihan.
“Masalah energi lain, BBM semuanya lancar, hanya memang kalau antrean, tidak bencana pun ada antrean,” kata Rudy.
Data Pertamina Patra Niaga per 20 Agustus menunjukkan seluruh 56 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Flores telah kembali beroperasi.
Selain SPBU, layanan energi lainnya juga mulai kembali normal. Sebanyak 17 agen minyak tanah bersubsidi dan lima agen LPG telah kembali melayani kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut membantu menjaga kelancaran mobilitas warga, distribusi bantuan, serta aktivitas petugas yang masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak gempa.
Tim ESDM Siaga Bencana Tetap Memantau Kerusakan
Rudy mengatakan hingga peninjauan pada Minggu, tim belum menerima laporan mengenai kerusakan fasilitas energi. Namun, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya laporan kerusakan di lapangan.
Apabila terdapat laporan mengenai kerusakan fasilitas sektor ESDM, tim akan memprioritaskan peninjauan ke lokasi tersebut. Langkah ini diperlukan agar gangguan energi dapat segera ditangani dan tidak menghambat proses pemulihan masyarakat.
Rudy meminta masyarakat bersabar selama proses pemulihan berlangsung. Ia berharap kondisi kelistrikan segera kembali normal dan distribusi BBM tetap berjalan tanpa gangguan.
“Saya rasa harapannya yang penting masyarakat sabar, segera pulih, kelistrikan juga segera normal, BBM-nya masyarakat tidak terganggu, masyarakat akan cepat bangkit,” tuturnya.
Puluhan Ribu Warga Manggarai Masih Mengungsi
Pemulihan energi berlangsung ketika penanganan dampak gempa NTT masih terus berjalan. Berdasarkan pemutakhiran BNPB per Sabtu (22/8) pukul 16.00 WIB, sebanyak 150.576 orang masih mengungsi akibat gempa berkekuatan M7,7 di NTT.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.427 pengungsi berada di Kabupaten Manggarai. Besarnya jumlah warga yang masih mengungsi menunjukkan bahwa pemulihan kebutuhan dasar tetap menjadi perhatian utama pemerintah.
Ketersediaan listrik dan bahan bakar menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan pengungsian. Pemulihan kedua sektor tersebut juga diharapkan membantu masyarakat dan pemerintah daerah mempercepat pemulihan aktivitas setelah bencana.
Dengan kondisi kelistrikan yang disebut hampir sepenuhnya pulih di sejumlah titik Manggarai, fokus penanganan selanjutnya diarahkan pada pemulihan jaringan yang masih terkendala akses. Pemerintah dan operator energi juga perlu memastikan wilayah terisolasi tetap mendapat pelayanan energi secara bertahap.
baca juga: Anggota DEN: Pulihnya listrik pascagempa NTT percepat aktivitas warga




Leave a Reply