Bulog Bali Pastikan Stok Beras 10,79 Juta Kilogram Aman untuk Kebutuhan Galungan dan Kuningan
Perum Bulog Kantor Wilayah Bali menegaskan bahwa ketersediaan beras menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan 2026 berada dalam kondisi aman. Lembaga yang bertugas menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan tersebut saat ini menguasai stok beras sebanyak 10.795.581 kilogram yang diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bali hingga 10 bulan ke depan.
Kepastian mengenai kecukupan stok pangan menjadi perhatian penting karena Hari Raya Galungan dan Kuningan merupakan salah satu momen keagamaan besar bagi umat Hindu di Bali. Pada periode tersebut, konsumsi rumah tangga biasanya mengalami peningkatan karena masyarakat mempersiapkan kebutuhan upacara keagamaan, hidangan keluarga, serta berbagai aktivitas sosial selama masa perayaan berlangsung.
Baca Juga “Harga BBM di SPBU Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo Jadi Berita Top Ekonomi Sepekan“
Pemimpin Wilayah Bulog Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan atau menimbun bahan pangan. Menurutnya, persediaan beras dan komoditas strategis yang berada dalam penguasaan Bulog masih sangat mencukupi untuk menjaga kebutuhan masyarakat selama beberapa bulan mendatang.
“Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, kami memastikan bahwa stok pangan yang dikuasai Bulog Bali dalam kondisi aman untuk 10 bulan ke depan. Total stok yang kami miliki saat ini mencapai 10,79 juta kilogram dan siap digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali,” ujar Simon di Denpasar.
Ia menambahkan bahwa keberadaan stok beras yang besar menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah untuk menghadapi peningkatan permintaan masyarakat. Dengan cadangan yang tersedia, Bulog dapat melakukan intervensi apabila terjadi kenaikan harga yang tidak wajar atau gangguan distribusi pangan di pasar.
Bulog Pantau Harga Beras dan Pastikan Pasokan Pangan Tetap Stabil
Selain menjaga jumlah persediaan, Bulog Bali juga terus memantau kondisi harga beras serta berbagai komoditas pangan pokok di pasar tradisional dan pusat perdagangan lainnya. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga beras di sejumlah daerah di Bali masih berada dalam kondisi relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan signifikan menjelang perayaan Galungan dan Kuningan.
Stabilitas harga tersebut menjadi salah satu indikator bahwa keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat masih terjaga. Bulog bersama pemerintah daerah, satuan tugas pangan, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya terus melakukan koordinasi agar distribusi pangan berjalan lancar selama periode hari besar keagamaan.
Menurut Simon, menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan merupakan bagian dari tugas utama Bulog. Oleh sebab itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan lapangan secara berkala untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan ketersediaan yang cukup.
Rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan tahun 2026 dimulai dari Penampahan Galungan pada Selasa, 16 Juni 2026, hingga perayaan Umanis Kuningan yang berlangsung pada 28 Juni 2026. Selama rentang waktu tersebut, kebutuhan berbagai bahan pangan diperkirakan meningkat karena tingginya aktivitas masyarakat dalam menyiapkan perayaan.
Penyaluran Bantuan Pangan Dipacu untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat serta kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, Bulog Bali juga mempercepat proses penyaluran bantuan pangan kepada kelompok masyarakat yang telah terdata sebagai penerima manfaat.
Program bantuan pangan tersebut menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Hingga pertengahan Juni 2026, Bulog Bali telah menyalurkan bantuan pangan kepada 287.347 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Jumlah tersebut setara dengan 96,5 persen dari total alokasi penerima bantuan yang ditetapkan untuk Provinsi Bali.
Simon menyatakan bahwa percepatan penyaluran bantuan dilakukan agar seluruh penerima manfaat dapat memperoleh hak mereka sebelum atau selama periode perayaan berlangsung. Dengan demikian, bantuan beras tersebut dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga.
“Program bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga daya beli dan memenuhi kebutuhan pangan pokok. Kami terus mempercepat penyaluran agar seluruh penerima manfaat dapat menerima haknya tepat waktu,” kata Simon.
Distribusi Beras SPHP Dioptimalkan untuk Menekan Potensi Kenaikan Harga
Selain bantuan pangan, Bulog Bali juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui distribusi beras ke berbagai saluran penjualan. Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kios pengecer, Rumah Pangan Kita (RPK), dan jaringan distribusi lain yang menjangkau masyarakat.
Program SPHP memiliki peran penting dalam menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen. Ketika permintaan meningkat pada masa tertentu, keberadaan beras SPHP dapat membantu menambah pasokan di pasar sehingga risiko kenaikan harga dapat dikendalikan.
Data Bulog Bali menunjukkan bahwa hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak 3.028.010 kilogram beras SPHP telah disalurkan ke seluruh wilayah di Provinsi Bali. Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi pasar di masing-masing daerah.
Simon menegaskan bahwa distribusi beras SPHP akan terus dioptimalkan agar masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang dan selama berlangsungnya hari besar keagamaan.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Jadi Kunci Menjaga Ketahanan Pangan Bali
Ketersediaan stok beras yang memadai, kondisi harga yang masih stabil, serta keberlanjutan program bantuan pangan dan SPHP menunjukkan kesiapan Bulog Bali dalam menjaga ketahanan pangan daerah selama perayaan Galungan dan Kuningan.
Keberhasilan menjaga kondisi pangan tidak hanya bergantung pada Bulog, tetapi juga membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku distribusi, pedagang, serta masyarakat sebagai konsumen. Masyarakat juga diharapkan tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan karena pasokan pangan telah dipastikan aman.
Dengan cadangan beras mencapai lebih dari 10,79 juta kilogram dan berbagai langkah stabilisasi yang terus dilakukan, Bulog Bali optimistis masyarakat dapat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan tenang. Ketersediaan pangan yang terjaga diharapkan dapat mendukung kelancaran perayaan serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Bali.
Baca Juga “Pemkot Jayapura siapkan 100 hektare lahan untuk tanam padi“




Leave a Reply