lolstatistics.com -Platform media sosial X resmi membatasi kemampuan penyuntingan gambar chatbot AI Grok, khususnya untuk mencegah pembuatan gambar orang dengan pakaian terbuka. Langkah ini diambil menyusul kritik terkait dugaan konten seksual tanpa persetujuan.
Dilansir dari Engadget pada Kamis, pembatasan ini berlaku untuk semua pengguna, baik berbayar maupun gratis. X menegaskan bahwa fitur pembuatan gambar Grok kini hanya dapat diakses pengguna yang berlangganan. Akun gratis tidak lagi dapat membuat gambar melalui chatbot tersebut.
Kebijakan baru X melarang pembuatan gambar seseorang dengan pakaian terbuka, termasuk bikini, pakaian dalam, atau busana serupa. Pembatasan ini juga menyesuaikan hukum di negara-negara yang melarang praktik tersebut.
Pengumuman resmi disampaikan melalui akun @Safety X. Perusahaan menekankan bahwa langkah ini bertujuan melindungi pengguna, mencegah penyalahgunaan AI, dan mematuhi regulasi terkait keamanan digital.
Baca juga:“AI China puncaki peringkat global dalam teknologi kecerdasan berwujud”
California Selidiki xAI dan Grok Terkait Konten AI Bernuansa Seksual
Negara bagian California membuka penyelidikan terhadap xAI dan chatbot AI Grok menyusul dugaan konten pornografi dan eksploitasi anak. Langkah ini dilakukan beberapa jam setelah X mengumumkan pembatasan gambar berpakaian terbuka.
Kantor Jaksa Agung California menyatakan, analisis awal menemukan separuh dari sekitar 20.000 gambar yang dihasilkan xAI antara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menampilkan orang dengan pakaian minim. Beberapa gambar bahkan tampak menyerupai anak-anak.
Menanggapi hal tersebut, X menegaskan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap eksploitasi anak. Perusahaan secara aktif menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi, termasuk materi pelecehan seksual anak dan konten seksual tanpa persetujuan.
X Sesuaikan Konten Grok dengan Hukum Lokal dan Standar Dewasa
X menjelaskan bahwa ketika opsi pembatasan konten tidak aman diaktifkan, Grok diperbolehkan menampilkan ketelanjangan tubuh bagian atas karakter dewasa fiktif. Kebijakan ini mirip dengan standar film berklasifikasi dewasa di Apple TV.
Perusahaan menegaskan bahwa aturan ini tidak berlaku seragam di seluruh dunia. Penyesuaian dilakukan berdasarkan hukum dan regulasi lokal di setiap negara.
Langkah ini muncul setelah sejumlah negara mengambil tindakan terhadap Grok. Malaysia dan Indonesia memblokir chatbot AI tersebut karena kekhawatiran terhadap keamanan pengguna dan penyebaran konten seksual buatan AI.
X menyatakan bahwa pembatasan global bertujuan melindungi pengguna dari konten yang tidak pantas, sambil tetap mempertahankan fleksibilitas kreatif untuk materi fiktif dewasa. Perusahaan menekankan pentingnya keseimbangan antara inovasi AI dan kepatuhan hukum.
Baca juga:“Persik Kediri datangkan dua pemain asing anyar asal Spanyol”




Leave a Reply