lolstatistics.com -LG Electronics Indonesia menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan pada produk pendingin udaranya. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi energi. Pendekatan berbasis AI memungkinkan AC merespons kondisi lingkungan secara otomatis.Department Leader B2B HVAC LG Electronics Indonesia, Ronny Ardiyanto, menjelaskan AI menjadi otak utama pengendali sistem AC. Teknologi ini ditempatkan pada unit outdoor. Unit tersebut berfungsi mengatur pendinginan, kinerja kompresor, dan operasional keseluruhan.
“Kontrol utama AC ada di unit outdoor. Dari sana, sistem mengatur pendinginan dan kerja kompresor,” kata Ronny di Jakarta, Selasa (16/12/2025). Ia menambahkan bahwa sistem bekerja secara otomatis tanpa intervensi manual.Meski berukuran kecil, chip AI yang digunakan memiliki kemampuan pemrosesan tinggi. Chip ini menjalankan algoritma pembelajaran untuk membaca kondisi ruangan. Sistem AI memproses data secara real time dan berkelanjutan.Dalam pengembangannya, AI pada AC LG berfokus pada dua faktor utama kenyamanan. Faktor tersebut adalah suhu dan tingkat kelembapan. Keduanya menjadi penentu rasa nyaman bagi pengguna di dalam ruangan.
“Yang dibutuhkan adalah rasa nyaman. Cukup dingin, tidak kedinginan, dan tidak kepanasan,” ujar Ronny. Pernyataan ini menegaskan pendekatan berbasis pengalaman pengguna.Salah satu kemampuan utama AI ini adalah fitur sensing. Sistem mampu mendeteksi kondisi di dalam dan luar ruangan. Data tersebut digunakan untuk menyesuaikan kinerja kompresor secara otomatis.Teknologi sensing membantu AC merespons perubahan cuaca dan aktivitas penghuni. Ketika suhu luar meningkat, sistem menyesuaikan pendinginan secara efisien. Saat ruangan sudah stabil, konsumsi energi dapat ditekan.
Pendekatan ini sejalan dengan tren efisiensi energi global. Produk berbasis AI semakin dibutuhkan untuk menekan konsumsi listrik rumah tangga. AC menjadi salah satu kontributor utama penggunaan energi di bangunan. LG menilai teknologi AI akan menjadi standar pada perangkat HVAC. Integrasi sensor dan algoritma adaptif memberi manfaat jangka panjang. Pengguna memperoleh kenyamanan optimal dengan penggunaan energi yang lebih hemat.
Baca juga:“Timnas MLBB Men’s Indonesia Tutup SEA Games 2025 Thailand dengan Medali Perunggu”
Uji ITB Buktikan Teknologi AI AC LG Tingkatkan Efisiensi Energi
LG Electronics Indonesia (LGEIN) memperkuat klaim efisiensi energi pada AC berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menguji keandalan teknologi tersebut. Kolaborasi ini bertujuan memastikan performa AC AI diuji secara objektif dan ilmiah.Hasil pengujian menunjukkan penerapan AI mampu meningkatkan penghematan energi secara signifikan. Sistem AI mengatur kerja kompresor dan pendinginan berdasarkan kondisi ruangan. Pendekatan ini membuat konsumsi listrik lebih efisien dibandingkan sistem konvensional.
Department Leader B2B HVAC LG Electronics Indonesia, Ronny Ardiyanto, menyampaikan hasil pengujian tersebut. “Dengan menggunakan AI, penghematan energi bisa ditingkatkan rata-rata 24 persen hingga 27 persen,” ujar Ronny. Pernyataan ini merujuk pada hasil evaluasi bersama ITB.Selain penghematan energi, AI juga mempercepat pencapaian suhu ideal. Berdasarkan pengujian, AC berbasis AI bekerja hingga 28,5 persen lebih cepat dibandingkan AC konvensional. Kecepatan ini membantu meningkatkan kenyamanan pengguna sejak awal pengoperasian.
Teknologi AI bekerja dengan membaca data suhu dan aktivitas di dalam ruangan. Sistem kemudian menyesuaikan kinerja kompresor secara real time. Proses ini berlangsung otomatis tanpa perlu pengaturan manual dari pengguna.
Fitur pintar lainnya adalah kemampuan mendeteksi keberadaan manusia. AC dapat mati secara otomatis ketika ruangan terdeteksi kosong. Fitur ini mencegah pemborosan energi saat ruangan tidak digunakan.Teknologi tersebut diterapkan pada lini AC Multi-V LG. Produk ini dirancang untuk kebutuhan komersial seperti perkantoran dan gedung besar. Fokus utamanya adalah menjaga kenyamanan tanpa menyebabkan suhu berlebihan.
Efisiensi energi menjadi isu penting di sektor bangunan. Pendingin ruangan menyumbang porsi besar konsumsi listrik. Teknologi AI menawarkan solusi untuk menekan penggunaan energi tanpa mengorbankan kenyamana. LG menilai kolaborasi dengan institusi akademik akan terus diperluas. Pengujian berbasis riset memperkuat kepercayaan terhadap teknologi AI. Inovasi ini diharapkan mendorong standar baru sistem HVAC yang lebih hemat energi.
AI AC LG Gunakan Deep Learning untuk Menyesuaikan Pola Penggunaan Ruangan
LG Electronics Indonesia mengembangkan teknologi kecerdasan buatan berbasis deep learning pada produk AC-nya. Teknologi ini dirancang untuk mempelajari kebiasaan pengguna secara otomatis. Tujuannya adalah meningkatkan kenyamanan sekaligus efisiensi energi jangka panjang.
AI pada AC LG bekerja dengan mengamati pola penggunaan dalam periode tertentu. Rata-rata waktu pembelajaran berlangsung hingga dua bulan. Selama periode tersebut, sistem mencatat berbagai data operasional ruangan.Data yang dipelajari mencakup jumlah orang di dalam ruangan. Sistem juga merekam suhu ideal berdasarkan aktivitas pengguna. Pola penggunaan harian, termasuk hari libur dan waktu ruangan kosong, turut dianalisis.Department Leader B2B HVAC LG Electronics Indonesia, Ronny Ardiyanto, menjelaskan proses pembelajaran tersebut. “Setelah perilaku terbaca, AI akan membentuk algoritma sendiri,” ujar Ronny. Algoritma ini menjadi dasar pengaturan pendinginan otomatis.
Dengan algoritma yang terbentuk, AC dapat menyesuaikan kinerjanya tanpa pengaturan manual. Pengguna cukup menyalakan AC seperti biasa. Sistem akan langsung mengikuti kebiasaan spesifik ruangan tersebut.Pendekatan ini membuat AC lebih responsif terhadap kebutuhan nyata pengguna. Pendinginan tidak lagi bersifat statis atau seragam. Sistem menyesuaikan diri berdasarkan konteks penggunaan yang sebenarnya.
Teknologi deep learning juga membantu mengurangi pemborosan energi. AC tidak bekerja berlebihan saat ruangan kosong. Sistem mengoptimalkan kerja kompresor sesuai kebutuhan aktual.Penggunaan AI adaptif ini relevan untuk gedung perkantoran dan fasilitas komersial. Ruangan dengan pola aktivitas dinamis membutuhkan sistem pendinginan fleksibel. Teknologi ini menjawab tantangan tersebut. LG menilai deep learning akan menjadi fondasi utama sistem HVAC modern. AC tidak hanya mendinginkan, tetapi memahami kebiasaan penggunanya. Inovasi ini diharapkan meningkatkan kenyamanan sekaligus mendukung efisiensi energi berkelanjutan.
Baca juga :“Prabowo ke Kepala Daerah se-Papua: Jangan Banyak Jalan-Jalan ke Luar Negeri Pakai Dana Otsus”




Leave a Reply