lolstatistics.com – TNI ungkap berbagai informasi bohong yang beredar di media sosial tentang informasi palsu tersebut menuduh TNI sebagai provokator dalam aksi demonstrasi akhir Agustus 2025. Pusat Penerangan (Puspen) Markas Besar TNI menggelar konferensi pers ini di Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat (5/9/2025).
“Baca juga : Aksi Kamisan ke-876 Peringati 21 Tahun Kematian Munir”
Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigjen (Marinir) Freddy Adrianzah. Ia menjelaskan kronologi serta fakta di balik tuduhan yang tidak berdasar itu. Salah satu kasus yang diangkat adalah terkait Mayor SS, seorang intelijen dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Mayor SS ditangkap oleh anggota Brimob pada 28 Agustus 2025 saat menjalankan tugas intelijen di lokasi demo.
Mayor SS sempat difoto bersama anggota Brimob saat menunjukkan identitasnya. Foto ini viral dan disalahartikan sebagai bukti provokasi. Freddy menegaskan Mayor SS tidak terlibat provokasi, melainkan hanya menjalankan tugas resmi intelijen.
Kasus lain adalah pemitingan Pratu Handika Novaldo oleh Brimob saat ia hendak makan di depan Kantor DPRD Sumatera Selatan. Video kejadian ini viral dan memicu tuduhan negatif. Namun, Brimob Sumsel sudah meminta maaf dan memastikan Pratu Handika tidak terlibat aksi unjuk rasa, melainkan hanya sedang mencari makan dan mengisi bahan bakar.
Puspen TNI Klarifikasi Hoaks Tentara Provokator Demo, Tegaskan Fakta Sebenarnya
Selain itu, Puspen TNI mengklarifikasi kabar keliru yang menyebut warga sipil sebagai anggota TNI pelaku provokasi. Di Ternate, misalnya, seorang pelajar 16 tahun yang berbuat onar disebut sebagai anggota TNI. Polisi Ternate sudah membantah klaim tersebut.
Freddy juga menyebut kasus Fajri Buhang yang mengaku-ngaku anggota TNI demi mengelabui massa, serta pengakuan palsu tersangka “M” yang menyatakan disuruh anak anggota TNI menyerang Mako Brimob Cikeas. Semua pengakuan tersebut ternyata alibi untuk lolos dari hukum.
Freddy menekankan bahwa ada pihak yang berupaya membenturkan TNI dan Polri untuk memecah belah persatuan bangsa. Ia menegaskan TNI dan Polri tetap solid dan bersinergi menjaga keamanan dan stabilitas nasional.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, hadir dalam konferensi pers. Ia menyampaikan bahwa acara ini menunjukkan soliditas antara kedua institusi dalam menjaga keamanan negara.
“Baca juga : Longsor Tambang Batu Padas Asahan, 3 Pekerja Meninggal Dunia”
Klarifikasiyang TNI ungkap ini penting agar masyarakat tidak terprovokasi hoaks yang dapat merusak kepercayaan dan persatuan nasional. TNI dan Polri berkomitmen menjaga kondusivitas dan keamanan untuk seluruh rakyat Indonesia.




Leave a Reply