Taiwan-Indonesia Perkuat Persahabatan di Era Revolusi AI

Taiwan Indonesia Perkuat Persahabatan di Era Revolusi AI

lolstatistics – Perayaan Hari Nasional ke-114 Republik China (Taiwan), atau Double Tenth Day, digelar di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Acara ini menghadirkan berbagai tamu diplomatik, menjadi momentum bagi Taiwan menegaskan posisinya sebagai pusat semikonduktor dunia sekaligus mitra strategis Indonesia.

Dalam sambutannya, Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, H.E. Bruce C. J. Hung, menekankan peran Taiwan di tengah revolusi teknologi global, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia menyatakan, “Sulit membayangkan dunia tanpa semikonduktor. Gelombang AI terus melanda dunia, dan Taiwan berada di pusat revolusi ini.”

Hung juga menyoroti COMPUTEX Taiwan sebagai ajang teknologi terkemuka yang kini menjadi fokus inovasi AI global. Tahun ini, perusahaan raksasa Nvidia mengumumkan pembangunan kantor pusat dan superkomputer AI pertama di Taipei, langkah yang memperkuat posisi Taiwan dalam ekosistem teknologi dunia. Taiwan saat ini menguasai sekitar 63 persen pasar semikonduktor global, menurut data World Semiconductor Trade Statistics 2025.

Acara ini memperkuat kemitraan Taiwan-Indonesia di berbagai sektor, mulai dari teknologi, pendidikan, hingga perdagangan. Kolaborasi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengakses teknologi canggih dan meningkatkan kapasitas inovasi nasional.

Ke depan, hubungan strategis ini diperkirakan akan semakin intensif, terutama dalam pengembangan AI dan teknologi chip, di mana kedua negara dapat berbagi keahlian dan investasi. Taiwan tetap menegaskan komitmennya sebagai mitra andal Indonesia, sambil terus memimpin inovasi di panggung teknologi global.

Baca Juga : “Menteri Lingkungan Hidup: BBM Sulfur Tinggi Picu Polusi Jakarta

Taiwan dan Indonesia Perkuat Hubungan Bilateral, Fokus Pada Perdagangan dan Pendidikan

Kepala Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, H.E. Bruce C. J. Hung, menekankan hubungan Taiwan-Indonesia yang terus berkembang pesat. Ia menyebut perdagangan bilateral kedua negara hampir mencapai 11 miliar dolar AS (Rp182 triliun) pada 2024.

Hung menyoroti kontribusi komunitas Indonesia di Taiwan, yang kini mencakup lebih dari 320 ribu pekerja migran dan 18 ribu pelajar. Ia menyatakan, “Lebih dari 320 ribu pekerja migran dan 18 ribu pelajar Indonesia kini menganggap Taiwan sebagai rumah mereka.” Kehadiran komunitas ini mencerminkan Taiwan sebagai tujuan yang ramah untuk bekerja dan belajar.

Selain perdagangan dan pendidikan, Hung menegaskan komitmen Taiwan memperkuat kerja sama di sektor pariwisata, pertanian, dan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan visi “Diplomasi Berbasis Nilai dan Kekuatan Ekonomi Global” Presiden Lai Ching-te, yang menekankan kerja sama strategis dan pembangunan bersama.

Dalam pidatonya, Hung juga menekankan peran Taiwan yang relatif kecil namun memiliki banyak kontribusi untuk ditawarkan. Ia menutup sambutannya dengan mengatakan, “Taiwan mungkin kecil, tapi kami memiliki banyak hal untuk dibagikan. Ketika kita bersatu, kita berdiri lebih kuat.”

Hubungan bilateral yang kokoh ini diperkirakan akan semakin intensif di tahun-tahun mendatang, dengan fokus pada perdagangan berkelanjutan, pendidikan, dan investasi teknologi. Taiwan dan Indonesia berpotensi memperluas kerja sama lintas sektor, mendorong inovasi, serta memperkuat konektivitas regional. Langkah ini menegaskan posisi kedua negara sebagai mitra strategis di Asia Tenggara.

Baca Juga : “Kurang Tidur Terbukti Ganggu Kesehatan Mental dan Fisik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *