Prabowo Minta Kereta Cepat Dilanjutkan Hingga Surabaya

Prabowo Minta Kereta Cepat Dilanjutkan Hingga Surabaya

lolstatistics.com – Prabowo minta pengembangan proyek Whoosh agar menghubungkan kota-kota utama di Pulau Jawa dengan perluasan jalur kereta cepat dari Jakarta-Bandung hingga ke Surabaya. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan “Presiden memberi arahan tegas untuk memperluas jalur hingga Surabaya,” ujar AHY dalam Indonesia Railway Conference 2025, dikutip dari Antara, 29 Juli 2025.

“Baca juga : 5 Kebiasaan Ini Bikin Kelas Menengah Sulit Bebas Finansial”

Ia menyebut bahwa proyek ini bukan sekadar perpanjangan fisik jalur, melainkan mencerminkan visi untuk menghadirkan mobilitas cepat, bersih, dan terintegrasi antarwilayah. Fokus utama pengembangan diarahkan pada koridor Bandung–Surabaya sebagai poros transportasi strategis.

Proyek yang Sarat Sejarah dan Masalah Biaya

Gagasan kereta cepat pertama kali muncul pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo tahun 2015.

Proyek ini sempat ditargetkan selesai pada 2019, namun tertunda hingga 2023 akibat berbagai kendala teknis dan pembengkakan biaya. Awalnya, proyek diperkirakan menelan dana US$ 6,02 miliar, tetapi membengkak menjadi US$ 7,22 miliar. Sekitar 75 persen dari biaya tersebut berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB), dengan total utang mencapai US$ 5,41 miliar atau sekitar Rp 81,2 triliun.

Menurut Anthony Budiawan dari Political Economy and Policy Studies (PEPS), bunga tahunan untuk utang pokok sebesar 2 persen, sementara bunga atas pembengkakan biaya mencapai 3,4 persen per tahun. Hal ini menyebabkan beban bunga tahunan mencapai US$ 120,9 juta atau hampir Rp 2 triliun.

Masalah Arus Kas dan Rencana Ambil Alih

Tiket Kereta Cepat Whoosh yang terjual pada 2024 hanya mencapai 6,06 juta lembar dengan rata-rata harga tiket Rp 250.000. Total pendapatan kotor hanya sekitar Rp 1,5 triliun, lebih rendah dari beban bunga tahunan.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran defisit jangka panjang. Pemerintah mempertimbangkan opsi pengambilalihan prasarana dari konsorsium kepada negara. Pasalnya, arus kas negatif diperkirakan berlanjut hingga tahun 2061, menimbulkan risiko tambahan utang jika tak ditangani.

“Baca juga : Google Rilis Mode AI Baru untuk Perluas Akses Pengguna”

Arahan Presiden Prabowo minta perluasan jalur kereta cepat hingga Surabaya memperlihatkan ambisi besar di sektor transportasi nasional. Namun, tantangan pembiayaan dan rendahnya pendapatan operasional menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum rencana ekspansi bisa berjalan optimal. Evaluasi menyeluruh atas kelayakan ekonomi, pembiayaan, dan model pengelolaan sangat diperlukan agar megaproyek ini tidak menjadi beban fiskal jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *