lolstatistics – Gaji agen FBI menjadi sorotan pemerintah AS karena shutdown yang memasuki pekan ketiga. Trump tengah mencari solusi agar gaji agen FBI tetap dibayarkan meski pegawai federal lain dirumahkan. Pemerintahan Presiden Donald Trump mencari jalan keluar untuk membayar petugas penegak hukum federal di tengah penutupan pemerintahan yang memasuki pekan ketiga. Situasi ini menekan layanan publik penting dan mengganggu operasional lembaga keamanan.
Penutupan pemerintahan menyebabkan ribuan pegawai federal dirumahkan tanpa kepastian pendapatan. Wakil Presiden JD Vance memperingatkan kemungkinan terjadi pemangkasan anggaran yang menyakitkan jika kebuntuan berlanjut. Aparat militer tetap menerima gaji karena pendanaan Pentagon telah ditetapkan melalui surat perintah presiden.
Senat melakukan pemungutan suara kedelapan untuk mengesahkan anggaran darurat dari Partai Republik. Usulan itu kembali gagal setelah hanya mendapat 49 suara berbanding 45. Tidak ada kesepakatan bipartisan untuk membuka akses pendanaan penuh.
Belum ada angka pasti terkait besaran dana yang dibutuhkan untuk membayar seluruh petugas federal, termasuk agen FBI. Langkah untuk menggunakan dana darurat menjadi opsi yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintahan.
Menurut laporan Congressional Budget Office, penutupan pemerintahan selama lebih dari dua pekan dapat menurunkan produktivitas nasional dan memperlambat layanan publik. Shutdown terpanjang sebelumnya terjadi pada 2018 hingga 2019 dan berlangsung selama 35 hari.
Peneliti kebijakan fiskal memperkirakan tekanan politik akan meningkat jika gaji aparat vital seperti FBI terus tertunda. Pemerintah juga menghadapi tekanan dari serikat pekerja dan publik untuk segera mengakhiri kebuntuan anggaran.
Jika tidak tercapai kesepakatan anggaran dalam waktu dekat, pemerintah mungkin memperluas penggunaan dana darurat untuk sektor keamanan lain. Situasi ini bisa mendorong negosiasi baru antara Senat dan DPR guna membuka kembali pemerintahan secara penuh.
Baca Juga: “Wall Street Ditutup Positif Meski Sentimen Konsumen Melemah”
Gaji Agen FBI, Pemerintah Tinjau Mekanisme Pembayaran untuk Aparat Federal
Pemerintah AS sedang mencari cara agar pembayaran bagi aparat penegak hukum tetap berjalan selama shutdown. Langkah ini penting mengingat tugas mereka dikategorikan sebagai layanan esensial.
Juru bicara Office of Management and Budget menyatakan bahwa opsi alternatif sedang dikaji agar pembayaran tidak terhenti. Petugas penegak hukum federal seperti FBI, DEA, US Border Patrol, dan ICE tetap bekerja meski tanpa gaji. Mereka diperlakukan seperti personel militer dalam status tugas wajib.
Trump menulis di Truth Social bahwa ia telah mengarahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth menggunakan seluruh dana yang tersedia untuk membayar militer pada 15 Oktober. OMB menjelaskan bahwa dana tersebut berasal dari alokasi riset dan pengembangan pertahanan yang masih berlaku dua tahun.
Sekitar 750.000 pegawai federal atau 40 persen tenaga kerja telah dirumahkan tanpa bayaran. Pemerintah juga mulai melakukan PHK di sedikitnya tujuh lembaga, dengan sekitar 4.000 pekerja terdampak. Kondisi ini memperburuk pelayanan publik dan menambah tekanan politik.
Ketegangan antara Partai Republik dan Demokrat terus meningkat akibat saling menyalahkan atas kebuntuan anggaran. Pemerintahan Trump menyatakan fokus mencari cara agar layanan penting tetap beroperasi.
Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyebut departemennya menemukan cara inovatif untuk memastikan anggota Penjaga Pantai tetap menerima gaji. Ia tidak menjelaskan sumber pendanaannya, tetapi menyebut koordinasi lintas lembaga sedang berlangsung.
Jika tidak segera ada kesepakatan, penggunaan dana cadangan bisa diperluas untuk menjaga operasional lembaga keamanan federal. Shutdown berkepanjangan dapat memicu dampak ekonomi dan politik yang lebih serius dalam beberapa pekan ke depan.
Baca Juga: “Como Tampil Kuat Musim Ini, Harapan Stabilitas di Musim Depan”




Leave a Reply