lolstatistics – Banjir rob kembali melanda kawasan pesisir Jakarta Utara dan memicu gangguan serius pada akses Pelabuhan Sunda Kelapa. Air pasang yang meningkat selama beberapa hari terakhir menyebabkan genangan tinggi di sejumlah titik sekitar Pademangan. Kondisi ini memengaruhi jalur logistik dan menghambat mobilitas harian para pekerja serta pengemudi yang melintas. Situasi di lapangan menunjukkan pola pasang air yang belum stabil sehingga aktivitas pelabuhan rentan terganggu.
Berdasarkan pemantauan terbaru, genangan air di sekitar pelabuhan mencapai satu meter pada Sabtu siang. Tingginya banjir membuat jalur menuju pelabuhan hanya bisa dilewati truk kontainer atau kendaraan besar lainnya. Kendaraan kecil tidak dapat melintas karena risiko kerusakan mesin yang cukup tinggi. Arus lalu lintas menjadi tersendat karena truk harus melaju perlahan untuk menembus genangan. Kondisi itu memicu antrean panjang di sekitar area pelabuhan. Aktivitas pengiriman barang ikut melambat sehingga jadwal bongkar muat mengalami penyesuaian. Situasi ini mencerminkan kerentanan infrastruktur pesisir terhadap kenaikan muka air laut.
Gangguan lebih parah terjadi pada zona bongkar muat di dalam pelabuhan. Menurut keterangan para pengemudi, ketinggian air di area dermaga lebih tinggi dibandingkan bagian luar. Seorang sopir truk kontainer bernama Jupri menyebut bahwa kendaraan sulit bermanuver karena permukaan jalan tertutup air. Ia mengatakan bahwa banjir menghambat kegiatan bongkar muat. Ia menegaskan bahwa akses di dalam pelabuhan jauh lebih parah dibandingkan wilayah sekitar. Situasi ini memperlambat alur logistik dan meningkatkan potensi penundaan jadwal kiriman barang.
Fenomena banjir rob diprediksi masih terjadi karena pengaruh fase bulan dan tekanan angin laut. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Upaya penanganan dilakukan dengan menyiapkan pompa tambahan dan memantau tinggi pasang harian. Evaluasi infrastruktur pelabuhan dinilai penting agar aktivitas logistik tetap berjalan stabil pada periode pasang tinggi mendatang.
Baca Juga: “Larangan Impor Baju Bekas: Menkeu Purbaya Tegaskan, Tangkap!“
Pekerja Bongkar Muat Hentikan Aktivitas Akibat Banjir Rob di Jakarta Utara
Banjir rob setinggi satu meter memaksa pekerja bongkar muat menghentikan aktivitas sementara di Pelabuhan Sunda Kelapa. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko kerusakan barang dan potensi kecelakaan kerja. Kondisi ini menyebabkan gangguan jadwal pengiriman dan antrean kendaraan meningkat. Air pasang tinggi menutupi sebagian besar jalur utama, membuat kendaraan harus melaju perlahan untuk melewati genangan. Aktivitas bongkar muat menjadi sangat terbatas hingga air surut, memengaruhi produktivitas harian pelabuhan dan rantai pasok.
Jupri, seorang sopir truk kontainer, menyatakan, “Ya kegiatan dihentikan sementara, nggak bisa jalan. Kalau banjir begini gimana mau bongkar muat? Barang-barang berisiko. Nunggu air surut dulu.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran pekerja terhadap keselamatan dan keamanan barang yang diangkut. Dampak banjir rob juga dirasakan pada operasional pelabuhan lainnya di wilayah utara Jakarta, terutama pada pengiriman bahan pokok dan logistik industri.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sebelumnya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir rob di 11 kelurahan dan Kepulauan Seribu pada 1–10 Desember 2025. Kepala Pelaksana BPBD, Isnawa Adji, menyebut data ini bersumber dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Wilayah berpotensi terdampak termasuk Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Kepulauan Seribu juga masuk daftar area rawan banjir rob. Isnawa menegaskan, “Wilayah pesisir utara Jakarta diimbau mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir.”
Fenomena banjir rob kali ini dipicu oleh bulan purnama dan perigee (supermoon), meningkatkan ketinggian pasang maksimum. BMKG memperkirakan puncak pasang terjadi antara pukul 07.00–13.00 WIB. Kondisi ini memerlukan perhatian ekstra dari pihak pelabuhan dan masyarakat pesisir. Pemantauan terus dilakukan, serta langkah mitigasi seperti penyiapan pompa tambahan dan peringatan dini diharapkan mengurangi risiko gangguan operasional dan kerugian akibat banjir rob di masa mendatang.
Baca Juga: “OpenAI Luncurkan Fitur diSora Video AI dengan Hewan Peliharaan“




Leave a Reply